Viewed 411 Times

Warga Purwantoro Menabung Air Hujan Untuk Kebutuhan Hidup

0

MEDIA MALANG – Banjir membuat aktivitas masyarakat terganggu. Namun, fenomena banjir bukan lagi ancaman bagi warga di wilayah RW 23, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dengan banjir, mereka justru bisa menabung air di sumur injeksi yang dibuat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB). Sumur injeksi tersebut bermanfaat untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga.

“Sumur itu terealisasi dalam program BPP atau Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya yang berfungsi mengurangi genangan banjir,” kata perwakilan dari BPP FT-UB, Ery Suhartanto, kepada wartawan Selasa siang tadi.

Ia mengemukakan program itu dimulai awal 2014 dan dibuat lima titik sumur injeksi. Sumur itu dibangun dengan partisipasi masyarakat dibantu 20 mahasiswa jurusan teknik pengairan. “Setiap sumur masing-masing dibuat dengan kedalaman enam meter,” ungkapnya.

Melengkapi sumur injeksi, FT-UB juga menginstalasi teknologi parit resapan dan biopori sehingga air hujan maupun sungai yang menggenang langsung terserap. “Dengan integrasi teknologi ini selain menghentikan banjir masyarakat justru dapat ‘menabung air’, karena air yang diserap dapat dimanfaatkan sebagai sumur warga,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FT-UB Pitojo mengakui sangat bangga program tersebut dapat membantu masyarakat. “Saya mewakili FT-UB sebagai instansi pendidikan tinggi keteknikan merasa bangga dipercaya mencari solusi dalam permasalahan lingkungan,” imbuh doktor teknik pengairan di bidang bendungan ini.

Ia berharap, kegiatan ini bisa sebagai upaya membangun paradigma menuju pola hidup yang lebih baik. “Kami berinovasi menjawab permasalahan yang terjadi dan sekaligus bersama-sama membangun paradigma masyarakat menuju pola hidup yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” katanya.

Ketua RW 23 Bambang Irianto mengaku setiap hujan di daerahnya hampir terjadi banjir. Banjir itu berasal dari luapan sungai Tulusrejo. Di daerahnya, permukaan sungai lebih tinggi daripada pemukiman warga.

Saat musim penghujan, banjir menggenangi seluruh area hingga 20 centimeter, sehingga penyakit yang disebabkan banjir juga menjadi ancaman tersendiri. “Kondisi ini membuat tidak nyaman masyarakat, bahkan penyakit juga mengancam. Dengan sumur injeksi, masyarakat aman dari ancaman penyakit,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Wasto mengatakan pemkot memang sengaja menggandeng FT-UB untuk mencari solusi dari masalah lingkungan di daerah tersebut. Ia berharap, program ini bisa ditularkan ke daerah lainnya.

“Kami harapkan kestabilan semangat ramah lingkungan ini dipupuk lalu ditularkan pada RW lainnya. Mari program ini kita masyarakatkan dan menjadi bagian icon Malang,” pungkasnya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor    : Puspito Hadi

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.