Viewed 9 Times

Wapres Tegaskan Hasil Riset Harus Dikembangkan

0

MEDIA MALANG – Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan hasil riset dari perguruan tinggi harus terus dikembangkan, mengingat hasil riset tersebut mempunyai dampak yang cukup luas.

Wapres mengemukakan, perguruan tinggi harus melihat potensi ke depan. Salah satunya, apa yang akan terjadi 20 tahun ke depan, sudah harus dipelajari untuk investasi ke depan.

“Hasil penelitian itu intinya dijual agar punya dampak luas,” katanya pada wartawan setelah meresmikan “Jusuf Kalla Innovation and Entrepreneurship Centre” (JKIEC) di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (4/12).

Ia sempat menceritakan pengalamannya saat menjadi pengusaha. “Dulu, saat saya jadi pengusaha, merasa heran melihat orang berjualan tanpa toko. Namun sekarang, justru berkembang model bisnis seperti itu, digerakkan oleh anak-anak muda umur 20-30 tahun,” katanya.

Wapres menegaskan, peran perguruan tinggi sangat vital. Pengalaman selama ini, keberhasilan orang-orang terkaya di dunia bermula dari lingkungan kampus. Salah satu kunci bisa mencapai keberhasilan adalah menggabungkan baik dunia pendidikan, usaha, serta manajerial yang baik.

“Agar Indonesia maju pesat, kuncinya menggabungkan dunia pendidikan, dunia usaha, anak muda dan manajerial yang bagus. Bila itu digabungkan, saya yakin daerah-daerah bisa maju,” ujarnya.

Terlebih lagi, memasuki revolusi industri ke-4 ini, kemajuan dunia usaha memunculkan hal baru yang disebut sharing ekonomi mirip seperti koperasi. Contoh model bisnis yang berkembang misalnya gojek dan e-commerce. Pelaku usaha melibatkan banyak orang, membangun bisnis saling menguntungkan.

Bisnis seperti itu, kata dia, inisiatornya anak-anak muda. Karenanya, kalangan perguruan tinggi harus memahami hal ini, lantas menjawab tantangan ke depan melalui berbagai riset.

“Orang menjual barang atau produk tanpa toko, pengusaha hanya bermodalkan gudang. Penjualannya diatur oleh sistem, sedangkan konsumen bisa membeli dengan transaksi elektronik secara cepat berbasis aplikasi,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Malang Mohammad Bisri menambahkan selama ini kampus selalu melakukan riset, salah satunya di bidang pertanian. Beberap yang sudah berhasil ditemukan misalnya pupuk organik penyemprot hama serta alat untuk mempercepat pertumbuhan.

Ia mengatakan, penyediaan teknologi saat ini sudah mampu dan memadahi, namun masih ada ada hambatan “Link and match” antara perguruan tinggi dengan dunia usaha. Untuk itu, ia meminta pemerintah bertindak.

“Terkait teknologi, Indonesia sudah sangat mampu. Kendalanya hanya ‘Link and match’ antara bisnis man, perguruan tinggi dan pemerintah. Itu yang masih lemah,” katanya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor  : Puspito Hadi

Comments are closed.