Viewed 12 Times

Wanita Asal Malang Ini Jadi Announcer Bahasa Jawa di Ceko

0

MEDIA MALANG – Awal Agustus 2017, ada kabar viral yang menjadi pembicaraan. Yang dihebohkan di dunia maya adalah Bahasa Jawa. Bandara Internasional Dubai tiba-tiba mengumandangkan informasi penerbangan; ”Nuwun sewu, Bapak-bapak soho Ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bade…” Dalam bahasa Indonesia, kalimat itu memiliki arti: “Permisi, Bapak-bapak dan Ibu-ibu, penerbangan EK 358 ke Jakarta saat ini akan….”

Ternyata, suara merdu di balik tutur kata Jawa halus itu dari Widya Fahmaani Sykora. Wanita asal Malang (Jawa Timur) itu belasan tahun menetap di Praha ibukota Republik Ceko. Dia berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di sebuah perusahaan dan pengadilan tinggi di Praha, serta mengajar bahasa Indonesia. Widya bersuamikan warga asli Ceko, Pavel Sykora, dan memiliki dua anak.

Kepada MEPNews.id, Widya bercerita bagaimana dia begitu bangga dengan Bahasa Jawa yang mendunia. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana rasanya jadi announcer bahasa Jawa untuk bandara internasional Dubai?

Menjadi announcer resmi bahasa Jawa di bandara internasional prestisius seperti Dubai tentu sangat membanggakan. Terpilihnya suaraku mengumandangkan bahasa Jawa itu feeling yang tak bisa digambarkan. Hepi dan bangga banget.

Bagaimana ceritanya hingga Anda bisa terpilih sebagai announcer bahasa Jawa di sana?

Awalnya, ada satu perusahaan data suara Amerika yang bercabang di Praha mencari announcer wanita berbahasa Jawa. Saya dikontak oleh teman untuk mencoba mengirimkan lamaran. Prosesnya sekitar dua bulan. Saya terpilih dari delapan pelamar.

Apa kesulitan dan suka dukanya selama jadi announcer Bahasa Jawa?

Kesulitannya? Nggak ada! Mungkin cuma lebih capek dan kadang stress karena kalimat yang sama harus diulang-ulang. Transkripnya juga banyak. Jadi, rekaman tahun pertama memakan waktu intens satu bulan. Menjadi announcer nggak sekedar punya suara bagus dan hanya membaca transkrip, tapi belajar banyak tentang kode-kode serta dan istilah-istilah linguistik yang kebetulan sesuai dengan profesi saya sebagai pengajar bahasa Inggris. Apa yang saya ajarkan itu saya temui dengan nyata penggunaanya dalam pekerjaan saya sebagai announcer.

Mengapa Bahasa Jawa? Kenapa bukan bahasa Indonesia atau Sunda atau bahasa daerah yang lain?

Mengapanya jelas, Dubai itu bandara transit dengan penumpang dari Indonesia dengan jumlah banyak. Sebagian dari mereka yang bekerja di negara-negara Arab tidak mengerti bahasa Inggris dan Arab. Jadi, managemen bandara memfasilitasi ini dengan menyediakan pengumuman dalam bahasa Jawa di gate area ketika boarding. Sebenarnya, nggak Jawa saja. Ada banyak bahasa regional yang dikumandangkan di gate lain. Mengapa bukan bahasa Indonesia? Sebenarnya, saat ini Bahasa Indonesia sedang dalam negosiasi. Ada wacana untuk mengumandangkan Bahasa Indonesia. Semoga tahun depan.

Sehari-hari, apakah Anda memakai bahasa Jawa? Biasanya, mereka yang telah lama tinggal di luar negeri melupakan bahasa asalnya.

Saya memang perantau. Tapi, saya juga termasuk orang Indonesia yang tidak percaya dengan kalimat klise bahwa seseorang akan melupakan bahasa asal atau bahasa ibunya. Itu sesuatu yang mustahil untuk dilupakan. Jadi, saya tidak pernah lupa. Namun, frekuensi penggunaannya memang tidak seintens seperti di Indonesia. Saya menggunakan Bahasa Ceko, Inggris dan Indonesia dengan anak-anak. Saya tidak menggunakan bahasa Jawa dengan pertimbangan suami saya tidak mengerti.

Bagaimana menurut Anda penghargaan dunia internasional tentang Bahasa Jawa?

Dunia terlihat sangat menerima Bahasa jawa. Ini terbukti dengan bandara internasional sekelas Dubai saja memberikan fasilitas announcer Bahasa Jawa sebagai bentuk pelayanan maksimal kepada pengguna bandara. Di bandara ini, sebenarnya tidak hanya bahasa-bahasa dunia mainstream seperti Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Italia dan lainnya. Bahasa regional pun diperhatikan dan diusahakan untuk disediakan di gate untuk boarding itu. It is fascinating.

Video Bahasa Jawa Anda menjadi viral di dunia maya. Apa komentar Anda tentang itu? Apa pula harapan Anda bagi generasi muda indonesia?

Saya nggak nyangka berita video Bahasa Jawa bisa seviral ini. Kaget-kaget bangga gitu. Saya juga berharap, wong Jowo juga bangga dengan itu. Harapannya, agar generasi muda Indonesia, di mana saja dan dari mana saja, tidak lupa dan harus bangga terhadap kultur dan bahasa ibu. Itu bagian dari identitas. Menjadi keren nggak harus copy paste budaya Barat. Nggak papa pinter cas cis cus bahasa asing. Harus itu. Tapi harus dibarengi dengan canggih cas cis cus bahasa daerah sendiri. Jadinya kerennya dobel-dobel. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : mepnews.id

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.