Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar Serahkan Diri ke KPK

0

MEDIA MALANG – Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan Samanhudi saat ini telah berada di gedung KPK. “Sepertinya sudah, sedang tidur,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi, Jumat, 8 Juni 2018.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wali Kota Blitar Samanhudi bersama Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Tulungagung dan Blitar, Jawa Timur. “Dalam dua perkara ini, KPK meyakini telah ditemukan bukti permulaan cukup untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers.

KPK menyangka keduanya terlibat dalam perkara yang berbeda dengan satu tersangka pemberi hadiah, yaitu pihak swasta Susilo Prabowo.

Menurut Saut, di Blitar, KPK menduga Samanhudi menerima suap Rp 1,5 miliar dari Susilo melalui pihak swasta bernama Bambang Purnomo terkait proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. “Diduga fee itu bagian dari 8 persen yang menjadi jatah untuk Wali Kota, dari total fee 10 persen yang disepakati,” kata Saut.

Sementara di Tulungagung, KPK menyangka Susilo memberikan suap sebesar Rp 1 miliar kepada Syahri melalui pihak swasta Agung Prayitno. KPK menduga pemberian itu terkait fee proyek infrastruktur peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Terungkapnya kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Tulungagung dan Blitar pada Rabu, 6 Juni 2018. Namun, dalam operasi itu KPK tak berhasil menangkap Wali Kota Blitar dan Bupati Tulungagung.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang sempat meminta Wali Kota Blitar Samanhudi dan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo menyerahkan diri ke KPK. Saut menegaskan, KPK tak segan-segan melakukan upaya paksa jika keduanya tak menyerahkan diri. Dengan penyerahan diri Samanhudi berarti tinggal Syahri Mulyo yang belum menyerahkan diri ke KPK. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : tempo.co

Comments are closed.