Tunggak Rp.3,7 miliar, PDAM Kabupaten Malang Kurangi Pasokan Air ke Pelanggan Kota Malang

0

MEDIA MALANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang, mengurangi pasikan air bersih ke pelanggan di wilayah PDAM Kota Malang. Hal ini sebagai buntut tunggakan pembayaran yang seharusnya diberikan oleh PDAM Kota Malang sebesar Rp.3,7 Miliar.

“Tagihan biaya opersional yang harus dibayar PDAM Kota Malang sebesar Rp 3,7 miliar. Angka tagihan tersebut didapat dari hasil audit yang dilakukan oleh PDAM Kabupaten Malang bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Malang H Syamsul Hadi pada wartawan, Selasa (7/11).

Ia mengatakan, penagihan itu memang sudah seharusnya dilakukan kepada PDAM Kota Malang, sebab ada kerjasama yang dilakukan di antara PDAM Kota dengan Kabupaten Malang.

Selama ini, PDAM Kota Malang dalam mendistribusikan air bersih kepada warga Kota Malang menggunakan mata air Sumberpitu, yang ada di Desa Krajan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Sebagai dampaknya, pasokan air ke pelanggan di Kota Malang mulai berkurang.

Syamsul menambahkan selama ini PDAM Kota Malang sudah meraup banyak keuntungan dari pengelolaan air tersebut. Ia juga mengakui, jika pasokan air sengaja dikurangi. “Karena tidak mau bayar, maka pasokan air bersih dari mata air Sumberpitu kita kurangi,” ujarnya.

Pemkab Malang, ujar dia, sudah mengirimkan surat peringatan dan surat penagihan kepada PDAM Kota Malang, namun upaya tersebut sia-sia. Bahkan, sudah setahun lebih, PDAM Kota Malang belum ada upaya membayar sesuai dengan perjanjian yang sudah ditangani antara Pemkab Malang dan Pemkot Malang.

Dengan belum adanya itikad untuk penyelesaian, pemkab juga terus akan melakukan penagihan. (*)

Penulis : Cahyono

EditorĀ  : Puspito Hadi

Comments are closed.