Tosan Hari Ini Diperbolehkan Pulang Dari Rumah Sakit

0
MEDIA MALANG – Tosan (51) warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang yang menjadi korban penganiayaan preman tambang pasir dan menjalani perawatan sekitar tiga minggu  di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, hari ini dikabarkan diperbolehkan pulang ke rumahnya. Tosan diperbolehkan pulang karena kondisinya dinyatakan dokter sudah membaik.
“Kami berencana memulangkan pasien Tn. Tosan besok siang,”kata dokter yang merawat Tosan, Muhammad Ni’am, dalam pesan singkatnya yang dikirimkan kepada wartawan.
Menurut Ni’am? untuk proses kepulangan Tosan yang aman, dia harus dibicarakan dengan pihak manajemen rumah sakit, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Polisi.”Proses kepulangan Tosan harus aman. Kita masih berembug dengan pihak rumah sakit, LPSK,dan Polisi” tandasnya.?
 
?Dia mengaku jika kepulangan Tosan benar-benar dijamin aman, ia akan memulangkan Tosan Senin siang.”Rencananya sekitar pukul 12.00 WIB,” ujarnya.
 
Tosan merupakan petani dan aktivis lingkungan yang dianiaya karena menolak tambang pasir ilegal di desanya bersama Salim Kancil yang tewas dibunuh puluhan preman tambang pasir suruhan Kepala Desa Selok Awar-Awar. Akibat penganiayaan itu, lambung Tosan robek akibat dicangkul dan dilindas sepeda motor berkali-kali oleh pelaku. Namun, nyawanya tertolong.
 
Untuk mengungkap peristiwa pembantaian itu, Tosan merupakan sosok saksi kunci dari rentetan kejadian untuk mengungkap penambangan pasir ilegal di desanya.
 
Hingga,kini Polisi sudah menetapkan 33 tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Tosan,dan pembunuhan Salim Kancil. Dari 33 tersangka, 5 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka penambangan ilegal, termasuk Hariono, kepala desa Awar-Awar dan pengusaha berinisial R sebagai otak penganiayaan dan pembunuhan. (*)
 
Penulis : Dix’s Fibriant
 
Editor    : Puspito Hadi?

Comments are closed.