Tolak Relokasi, Pedagang Pasar Blimbing Lawan Pemkot

0

MEDIA MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan mengubah Pasar Tradisional Blimbing menjadi pasar modern.? Namun, pembangunan Pasar Blimbing mendapat perlawanan dari para pedagang. Mereka menolak direlokasi sebelum Pemkot Malang menyetujui tuntutan para pedagang.

“Sebelum merelokasi pedagang, Dinas Pasar harus menyelesaikan tahapan-tahapan pembangunan Pasar Blimbing dan memenuhi tuntutan pedagang,” kata Sutrisno, Juru Bicara Pedagang Pasar Blimbing, Rabu siang.

?Menurut Sutrisno,ada tujuh tuntutan pedagang yang harus disetujui jika ingin merelokasi pedagang mulai dari kesepakatan jumlah pedagang,site plan pembangunan pasar, serta pengelolaan pasar blimbing tetap dikelola Pemkot Malang bukan investor.

“?Kami ingin Pembangunan Pasar Blimbing tetap dikelola Pemkot Malang bukan di swastanisasi, site plan harus jelas,dan jumlah pedagang yang berjualan tetap berjumlah 2.250 orang,” ujarnya.

Persoalannya, kata Sutrisno?, sampai sekarang pedagang tidak mengetahui sama sekali site plan yang dibuat untuk jenis tempat penjualannya.

“Site plan yang ditunjukkan hanya berupa gambar kotak-kotak tanpa dijelaskan berapa jumlah toko,los dan emper di lantai? satu dan dua,” paparnya.

Sutrisno menegaskan jika tuntutan pedagang dipenuhi, mereka ingin ada legalitas hukum yang sah.” Kalau sudah ada kesepakatan kita minta ada perjanjian yang disahkan Pengadilan Negeri Kota Malang,” imbuhnya.?

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan bahwa sejumlah tuntutan pedagang sudah dipenuhi. Namun, ia tidak ingin kesepakatan itu di sah kan ke Pengadilan.

Menurutnya, soal kepastian hukum tidak perlu ke Pengadilan karena sudah tertuang di surat perjanjian kerjasama sudah mengikat dan ada kepastian hukum yang menyatakan bahwa pedagang tidak akan dipungut biaya alias gratis saat para pedagang kembali ke Pasar Blimbing jika pembangunanya sudah selesai.

” Kami tidak perlu mendaftarkan kesepakatan itu ke Pengadilan Negeri, karena perjanjian itu sudah mengikat dan ada kepastian hukum,” kilahnya.

Namun, Wahyu menampik jika upaya relokasi pedagang yang harusnya dilakukan hari ini gagal total.”Kalau gagal tidak, hanya tertunda, besok kami akan kembali melakukan sosialisasi ke pedagang untuk relokasi,” tutupnya. (*)

Penulis : Dix’s Fibriant

Editor : Puspito Hadi?

Comments are closed.