Viewed 3 Times

Tim Masih Data Kerusakan Akibat Banjir Pacitan

0

MEDIA MALANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tim saat ini masih melakukan pendataan kerugian akibat musibah banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pacitan, Selasa (28/11) dini hari.

“Kerusakan masih dalam pendataan. Saat ini, warga yang terdampak lebih dari 4.000 jiwa dan perlu dievakuasi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima, Selasa malam.

Ia mengatakan, warga kini juga sudah mulai mengungsi. Untuk pengungsi di Kecamatan Pacitan ditempatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sirnoboyo.

Sementara itu, hingga kinim tim SAR gabungan dari BPBD Pacitan Bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi.

Namun, ia mengaku ada beberapa kendala saat evakuasi, seperti angin kencang dan debit sungai yang masih tinggi.

Walaupun ada kendala, untuk proses pencarian korban juga terus dilakukan oleh tim. Selain itu, dapur umum juga sudah mulai didirikan serta bantuan logitik juga mulai disalurkan. Untuk saat ini, beberapa kebutuhan yang mendesak seperti selimut, perahu karet, dan pakaian.

Hujan berintensitas sedang hingga tinggi juga terjadi meluas di wilayah Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur pada 28/11/2017. Banjir dan longsor terjadi di beberapa tempat . Jalur Ponorogo menunju Pacitan lumpuh total tertutup longsor di Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo.

Musibah banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Pacitan. Musibah banjir itu terjadi akibat cuaca ekstrem pengaruh Siklon Tropis Cempaka. BMKG juga telah menyampaikan peringatan dini adanya siklon tropis Cempaka yang berada di perairan sekitar 32 kilometer sebelah selatan-tenggara Pacitan.

Diketahui, kekuatan siklon hingga 65 kilometer per jam pada Selasa (28/11). Sebagai dampak dari siklon tropis Cempaka terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi di Jawa dan Bali.

Kabupaten Pacitan yang paling dekat dengan siklon tropis Cempaka telah terjadi hujan lebat sehingga menimbulkan banjir dan longsor pada Selasa dini hari. Sungai-sungai meluap menyebabkan ribuan rumah terendam banjir.

Musibah banjir, longsor dan puting beliung juga melanda wilayah di DI Yogyakarta pada Selasa (28/11). Banjir terdapat tiga titik banjir di Kabupaten Gunung Kidul dan dua titik di Kabupaten Kulonprogo. Beberapa permukiman terendam banjir hingga 1 meter.

SMK Pelayaran dan SMP 3 Satosari terendam banjir sehingga proses belajar mengajar terganggu. Selain itu, longsor terjadi di 22 titik yaitu 16 titik longsor di Kabupaten Bantul, dua titik di Kabupaten Kulonprogo, satu titik di Kabupaten Gunung Kidul dan tiga titik di Kabupaten Sleman. Longsor menimpa rumah dan menjebol tembok masjid Pondok Pesantren di Kulon Progo sehingga tiga santri luka ringan. Puting beliung juga melanda 56 titik di daerah Yogyakarta.

Diperkirakan siklon tropis Cempaka akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia pada Rabu (29/11). Namun masih memberikan dampak hujan deras dan gelombang tinggi di wilayah Jawa dan Bali. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.