Viewed 9 Times

Tim Bio-ITech UB Berhasil Menang di Kompetisi JDIE-Jepang

0

MEDIA MALANG – Tim Bio-ITech Universitas Brawijaya, Malang, berhasil mendapatkan medali perak dan meraih “Special award” sebagai inventor terbaik dengan inovasinya, BINGO (Smart Blood Detector with Integrated Database System for Easy Blood Availability Monitoring).

Tim ini membuat alat pendeteksi dan monitoring stok darah yang dilombakan dalam ajang kompetisi “Japan Design and Invention Expo (JDIE) International” yang diadakan pada 4-6 Agustus 2017 di Tokyo International Exhibition Center, Big Sight, Jepang.

Ketua tim Bio-ITech Reza Kemal Firdaus mengaku sangat senang dengan pencapaian ini. “Alhamdulillah, akhirnya seluruh usaha kami membuahkan hasil yang sangat membanggakan dan berkesempatan untuk mengharumkan nama alma mater di ranah internasional. Tak lupa kami juga ingin berterimakasih pada pihak UB, terutama FT dan FMIPA yang senantiasa mendukung penelitian kami, dan juga para sponsor. Kedepannya alat ini akan dikembangkan lagi dan semoga dapat secepatnya bisa bermanfaat bagi banyak orang,”¬†katanya dilansir dari teknik.ub.ac.id, Jumat, hari ini.

Reza menambahkan, terciptanya karya tersebut juga dilatarbelakangi oleh sulitnya proses pengawasan stok darah antara rumah sakit dan bank darah Palang Merah Indonesia (PMI). Luaran dari penelitian ini adalah terciptanya suatu alat pendeteksi golongan darah dan suatu database yang dihubungkan melalui modul Internet of Things (IoT).

Lebih lanjut, ia mengatakan, informasi golongan darah yang terdeteksi oleh BINGO akan ditransmisikan kepada database. Kemudian frekuensi golongan darah yang terbaca akan dikalkulasikan dengan 250 ml yang merupakan standar volume pendonoran orang dewasa. “Informasi tersebut dapat diakses menggunakan aplikasi komputer yang berada di Rumah Sakit, sehingga user dapat mengakses informasi tersebut secara ‘Real-time’,” tambah dia.

Selama menjalankan penelitiannya Tim Bio-ITech UB diketuai oleh Reza Kemal Firdaus (FT-Elektro). Tim lain yang tergabung antara lain Wahyuningyan Arini (FMIPA-Biologi), Abu Hanifah Ramadhani (FMIPA-Biologi), dan Rizhaf Setyo Hartono (FMIPA-Instrumentasi). Tim ini dibimbing oleh Rudy Yuwono, dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

JDIE tersebut sengaja diselenggarakan untuk menampung ide-ide kreatif dari para pelajar dari berbagai kalangan dan negara. Kategorinya tidak hanya desain atau penemuan, tetapi juga seni, teknologi, ataupun pertunjukan. Parta peserta dari kegiatan ini dapat mempresentasikan karyanya dengan berbagai cara, se-kreatif dan se-inovatif mungkin, untuk mendapatkan perhatian dari para pengunjung, juri, dan bahkan pembeli. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor  : Puspito Hadi

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.