Viewed 7 Times

Tim Abah Anton Lakukan Re-design Menangkan Pilkada

0

MEDIA MALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan calon Walikota Malang Mochamad Anton dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun anggaran 2015. Tim pendukung pasangan Abah Anton dan Syamsul Mahmud berencana melakukan re-design untuk memenangkan Pilkada 2018.

“Tentu kami akan melakukan re-design dalam pergerakan dengan melakukan koordinasi dengan partai koalisi, maupun dengan calon Wakil Walikota (Syamsul),” kata Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Walikota Abah Anton dan calon Wakil Walikota Syamsul Mahmud yaitu Arief Wahyudi kepada wartawan, Selasa (27/3).

Ia menambahkan, tim sangat prihatin atas ditahannya Abah Anton dengan alasan guna mengikuti proses pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK.

“Tentu hal tersebut jauh dari apa yang kami perkirakan,” kata dia.

Namun, sesuai pesan dari Abah Anton sebelum berangkat ke Jakarta, tim harus tetap tegar dan semangat di dalam berjuang apapun yang terjadi.

Pihaknya juga menghormati proses hukum yang saat ini dijalani calon yang diusungnya. “Kami hormati proses hukum di KPK dan kami akan terus bergerak sampai titik darah penghabisan sebagai bentuk penghormatan kami pada Abah Anton,” pungkas dia.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa tujuh orang pejabat di Jakarta, dimana dua adalah calon Walikota Malang Mochamad Anton dan Ya’qud Ananda Gudban dan lainnya adalah anggota DPRD Kota Malang. Mereka diperiksa sebagai tersangka suap pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015. Setelah pemeriksan selesai, langsung ditahan dengan alasan untuk memudahkan proses pemeriksaan.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Malang Zainudin mengungkapkan, KPU tetap memroses tahapan sesuai dengan jadwal.

“Tehadap status tersangka pada pasangan calon, KPU Kota Malang tetap menjalankan tahapan sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan. Perkara itu tidak mempengaruhi tahapan. Penggantian calon, apabila sudah ada keputusan hukum yang inkrah,” tegas Zainudin. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.