Tari Grebek Malangan Ramaikan Pagelaran Karnaval Budaya di Surakarta

0

SURAKARTA, MEDIAMALANG.COM – Tari Grebeg Malangan asal Malang turut serta meramaikan pagelaran “Karnaval Budaya” dalam rangkaian HUT Dasawarsa Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Surakarta pada Kamis (25/10). Acara itu melibatkan 50 orang seniman asal Kota Malang.

Dalam kesempatan itu, Walikota Malang Sutiaji, bersama dengan Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, juga turut serta dalam rangkaian karnaval dengan diarak menggunakan kereta kencana (andong). Para seniman mempertunjukkan tari khas Malangan itu di depan masyarakat serta perwakilan dari beberapa daerah anggota JKPI.

Waliota Sutiaji mengaku mengapresiasi “performance” dari puluhan seniman Kota Malang yang berhasil memukau masyarakat setempat dalam pagelaran itu serta perwakilan dari beberapa daerah yang ikut serta acara.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Malang sangat mengapresiasi penampilan para seniman. Tari Grebeg Malangan berhasil mencuri perhatian para pengunjung di acara itu,” kata Sutiaji bangga.

Pihaknya menyebut, di Kota Malang banyak potensi seni dan budaya yang bisa dikembangkan, sehingga nantinya diharapkan bisa bersinergi dengan dunia pariwisata.

“Kota Malang ini tidak memiliki sumber daya alam untuk wisata seperti daerah lain, akan tetapi potensi seni dan budaya serta peninggalan pusaka bisa kita optimalkan untuk menarik wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” tuturnya.

Malang, lanjut dia, yang juga terkenal sebagai sebagai kota pusaka, memiliki keuntungan tersendiri karena memiliki potensi peningkatan ekonomi, sosial dan budaya.

“Pembangunan berkelanjutan berbasis kota pusaka ini akan terus dilakukan dan dibutuhkan komitmen bersama tidak saja dari pemerintah namun juga ‘stake holder’ lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dalam sambutannya mengatakan Kegiatan ini berupaya untuk menunjukkan kesenian serta menggali potensi seni dan budaya di negeri ini. Slain bertujuan untuk pelestarian, kegiatan tersebut juga bagian upaya untuk menarik kunjungan wisatawan.

“Kegiatan ini juga bagian upaya untuk menarik kunjungan wisatawan. Karenanya kesempatan ini harus dimaksimalkan untuk mengenalkan pada dunia internasional terkait potensi budaya kita,” kata FX Hadi Rudyatmo.

Ia menambahkan, dalam HUT Dasawarsa JKPI ini juga diisi oleh serangkaian acara termasuk di dalamnya adalah simposium dan kongres dari perwakilan kota/kabupaten yang masuk dalam jaringan JKPI. Acara ini digelar mulai 24 sampai 26 Oktober 2018.

“Rangkaian acaranya ada kongres dimana tujuannya adalah menyusun rencaja kerja dan menyusun kekuatan JKPI agar bisa berkelanjutan dari waktu ke waktu,” pungkas Walikota Surakarta. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.