Sutiaji Kritik Kinerja PDAM Belum Optimal

0

MALANG, MEDIAMALANG.COM – Walikota Malang Sutiaji mengkritik kinerja PDAM Kota Malang yang dinilai belum optimal. Walikota terusik atas laporan progres kinerja tri wulan ketiga PDAM Kota Malang karena masih 63 persen.

“Core utama PDAM kan penjualan air, yakni 90 persen ditopang oleh bisnis penjualan air. Berdasarkan laporan, baru 63 persen yang baru bisa di optimalkan,” kata Walikota di sela meninjau kantor PDAM tersebut, Jumat (9/11).

Pihaknya mengungkapkan, dari hitung-hitungan seharusnya persentase kehilangan air atau air yang tidak terproduksi berkisar di angka 37 persen. Namun, laporan yang masuk angka kebocoran hanya 19 persen. Untuk itu, dirinya mendatangi langsung dan berbicara dengan manajemen untuk mengetahui kepastian dari kalkulasinya.

Sutiaji juga menekankan pentingnya ada S.O.P dan alat yang dapat mengukur tingkat kebocoran secara absolut.

“Kalau S.O.P jelas, pasti akan diketahui dari mulai sumber hingga pelanggan, mana-mana titik serta potensi lossnya bisa diketahui dan ditangani. Dengan tidak bisa menghitung angka absolut loss air di luar kebocoran teknis, menunjukkan bahwa mekanisme S.O.P (Sistem Kendali Internal) belum optimal,” ujar Walikota.

Ia berharap, segala masalah di PDAM bisa secepatnya ditangani, sehingga pelanggan juga merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan. “Tentu linier dengan hal itu, kebocoran teknis harus makin diminimalisir. Jangan ada lagi air meluap ke jalan, nrembes atau malah membuat loss produksi,” kata Pak Ji, sapaan akrab Walikota Sutiaji.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Kota Malang Anita Sari menjelaskan angka 19 persen kebocoran tersebut merupakan angka yang murni teknis bocor pada pipa saluran, dan untuk selebihnya bersifat loss karena penggunaannya untuk yang bersifat CSR, pada hidran maupun penggunaan air nonmeter.

PDAM juga berencana melakukan trial pemasangan alat “Noise Logger Corelator (NLC)”. Alat tersebut dipasang pada sambungan pipa PDAM, yang terhubung, terkontrol dan terkendali melalui Command Centre PDAM. Alat itu juga akan mendeteksi suara aliran air yang bocor, sehingga dapat diketahui titiknya secara pasti.

Anita menambahkan, masa trial itu baru baru berjalan dua hari dan alat masih terpasang pada 10 titik di kawasan Sumber Waras (sekitar makam Samaan). Direncanakan untuk uji coba itu dilakukan antara 1-2 bulan.

“Jika efektif dan akurat, maka akan dilakukan pemasangan secara masive di 2019,” kata Anita. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.