Viewed 1,127 Times

Sumber Maron Wisata Alternatif Timur Kanjuruhan

1050

MEDIA MALANG- Meskipun terbilang baru, obyek wisata ini merupakan wahana alternatif yang sangat murah untuk dikunjungi.

Iya itulah obyek wisata Sumber Maron, yang terletak di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang tidak sulit untuk ditemukan. Letaknya di sebelah timur Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.

Wisata Sumber Maron merupakan wahana pemandian alami dengan sumber air yang sangat berlimpah dan jernih. Diketahui, bahwa Sumber Maron mulai dikunjungi masyarakat sejak 2009 lalu.

Berada di tengah-tengah kawasan persawahan penduduk, Sumber Maron merupakan sumber mata air tanah alami yang sangat menawan.

Asal mula nama Sumber Maron sendiri konon dahulu mata air ini muncul dari sebuah maron, sejenis peralatan menanak nasi yang dibuang di daerah tersebut.

Ada juga yang menyatakan nama Sumber Maron berasal dari keadaan lingkungan sumber air yang menyerupai maron.

Terdapat dua lokasi atau dua pintu utama, yakni pintu masuk pertama yang didalamnya terdapat penampungan air yang bisa digunakan untuk berenang.

Pada pintu satu tersebut terdapat pula warga yang menyewakan ban pada para pengunjung. Sedangkan dari pintu kedua, terdapat aliran sungai Sumber Maron yang mirip air terjun.

Udaranya yang segar membuat para pengunjung yang datang ke kawasan wisata Sumber Maron ini merasa betah dan puas.

Selain itu, pengunjung bisa menikmati keindahan alam yang masih asri dengan bermain-main di kolam maupun air terjun di dekatnya.

Aliran sumber airnya pun mengalir cukup deras dari bawah pepohonan dan membentuk kolam-kolam alami yang sangat jernih.

Begitu jernihnya air hingga terlihat bebatuan yang berada di dasar pemandian.

Hanya akhir pekan saja pengunjung diwajibkan membayar biaya masuk sebesar seribu rupiah, dihari biasa pengunjung gratis menikmati segarnya air Sumber Maron.

Sayangnya Pemkab Malang kurang peduli dengan wisata alternatif ini. Meskipun sudah menjadi daya tarik masyarakat untuk melepas lelah ataupun penat.

Penulis : Putra Ismail
Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Leave A Reply