Spesies Burung Baru Ditemukan di Rote-NTT

0

JAKARTA, MEDIAMALANG.COM – Riset gabungan antara National University of Singapore (NUS) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menemukan spesies burung penyanyi baru di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Scientific Reports, Selasa (23/10/2018), burung ini diberi nama Rote Leaf-Warbler (Phylloscopus rotiensis) dan masih satu keluarga dengan burung cikrak. Burung Rote Leaf-Warbler merupakan kelompok besar dari warbler Asia. Istimewanya, burung ini memiliki paruh yang sangat panjang.

Menurut Nathaniel Ng, peneliti yang terlibat dalam penelitian tersebut, bentuk paruhnya yang unik kemungkinan merupakan adaptasi lanskap kering Rote. Pasalnya, sebagian besar leaf-warbler Asia lainnya tinggal di hutan lembab.

Saat para ahli membuat laporan tentang temuan ini, sebagian deskripsi ilmiah yang ditulis berdasarkan data genom yang dikumpulkan melalui Next-Generation Sequencing.

“Ini mungkin pertama kalinya menjelaskan sebagian tentang spesies burung dengan menggunakan data DNA,” kata rekan peneliti Elize Ng, dilansir Science Daily, Selasa (23/10/2018).

Keberadaan leaf-warbler di pulau Rote sendiri pertama kali tercatat pada bulan Desember 2004 oleh Dr Colin Trainor dari Charles Darwin University, Australia.

Kemudian pada bulan Juli 2009, Philippe Verbelen dan Veerle Dossche, dua pengamat burung dari Belgia, melakukan pengamatan mendetail dan memperoleh serangkaian foto burung tersebut.

“Kami menyadari jika ada yang berbeda pada bentuk paruh dan warna burung di Rote jika dibandingkan dengan leaf-warbler lainnya,” kenang Verbelen.

Setiap tahun setidaknya sekitar 5 sampai 10 spesies burung baru ditemukan di seluruh dunia. Namun fakta ditemukannya dua spesies baru dalam 12 bulan terakhir di pulau Rote, seharusnya menjadi nilai tersendiri di ranah konservasi. Sebelumnya pada 2017 peneliti juga menemukan spesies burung baru yang diberi nama Rote Myzomela (Myzomela irianawidodoae).

Namun kondisi alam pulau Rote yang kian padat oleh populasi manusia bisa jadi ancaman bagi para burung-burung. Ini mengapa para peneliti mengusulkan supaya leaf-warbler sesegera mungkin secara formal masuk dalam klasifikasi rentan punah. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : kompas.com

Comments are closed.