Viewed 308 Times

Soal Sumberpitu, Petani Merasa Ditipu

604

Media Malang – Kecewa nampak pada wajah para petani tergabung dalam Forum Penyelamat Sumberpitu, yang siang tadi datang ke DPRD Kabupaten Malang.

Setelah mereka merasa ditelantarkan oleh wakil rakyat. Padahal, kehadiran para petani memenuhi undangan DPRD. “Kami ini diundang, setelah datang dan menunggu staf dewan mengirim SMS pertemuan ditunda. Ini bagaimana, kami merasa dipermainkan,” ucap Koordinator Penyelamat Sumberpitu Zulham Mubarok di gedung DPRD Kabupaten Malang.

Dalam pesan itu, kata dia, para wakil rakyat akan menemui para petani pekan depan. “Kami ini memperjuangkan nasib. Tetapi mereka setengah hati memberikan perhatiannya,” kesalnya.

Menurut dia, undangan disampaikan untuk membahas kelanjutan protes petani terkait proyek eksplorasi Sumberpitu. Petani menghendaki, agar pembangunan dihentikan. “Alasan kami jelas, ini akan memasuki musim kemarau. Pastinya kami akan berebut air,” ungkap Zulham.

Dia mengatakan, kabar yang diterima alasan penundaan dikarenakan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas sebagai operator tidak dapat hadir, begitu juga dengan pelaksana PT. Wijaya Karya.

“Katanya balai besar tidak datang,” kesal para petani datang bersama Zulham.

Dia mengaku, telah ada intimidasi dan teror kepada petani akhir-akhir ini. Dia mengkhawatirkan akan terjadi konflik sosial jika permasalahan ini dibiarkan berlarut. “Yang kami sayangkan, sudah ada tekanan, upaya memecah belah. Ini bagaimana,” tandasnya.

Namun ketika akan memutuskan untuk meninggalkan gedung DPRD. Wakil Ketua Komisi A Zia Ulhaq datang dan mengumpulkan perwakilan petani di ruang Fraksi Gerindra.

Sebelumnya, Ratusan warga Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang berunjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu 4 Maret 2015 lalu. Mereka menuntut agar proyek eksplorasi air Sumberpitu di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, dihentikan.

Warga yang mayoritas petani itu khawatir kesulitan air untuk 1.100 hektare lahan pertanian mereka bila sumber air bersih Sumberpitu dikelola PDAM dan dijual kepada warga Kota Malang.

Saat ini pembangunan fisik berupa pemasangan jaringan pipa dan tandon air sudah selesai, tapi air belum diambil.

Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Malang Samsul Hadi mengajak warga untuk bersama-sama menghitung debit air Sumberpitu yang akan dimanfaatkan oleh PDAM. Ia mengingatkan warga untuk tidak asal main klaim.

Penghitungan debit air juga akan disertai dengan pembuktian bersama tentang gangguan suplai air ke 1.100 hektare lahan pertanian yang diresahkan warga.

Berdasarkan hasil penghitungan oleh PDAM di enam titik, data debit air masih 1.567 liter per detik sehingga terdapat kelebihan yang bisa dimanfaatkan petani sebesar 300 liter per detik.

Menurut Samsul, mustahil menghentikan proyek tersebut karena jaringan pipa besar sudah 90 persen terpasang.

Tandon juga telah terbangun dan proyek dikerjakan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar Rp 95 miliar. ”Salah alamat kalau terus mendemo kami,” ujar Samsul.


 

Penulis : Putra Ismail
Editor : Puspito Hadi

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.