Seorang Ibu Pukuli Anak Kandung hingga Meninggal

0

MEDIA MALANG – Seorang ibu, AM (42) warga Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, tega memukuli anak kandungnya, SA (8), hingga ia meninggal dunia. Anak tersebut mengambil uang untuk membeli layang-layang.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Adrian Wimbarda, mengemukakan kejadian tersebut terungkap setelah adanya aduan dari tetangga korban.

“Polisi masih menangani kasus ini setelah tetangga korban melaporkan kejadian ke Polres Malang,” katanya pada wartawan, Kamis (21/6).

Peristiwa memilukan tersebut bermula saat AM mengaku kehilangan uang pecahan Rp.51 ribu. Rencananya uang tersebut akan diberikan ke keluarga dan tamu yang berkunjung untuk Lebaran.

Sang ibu marah-marah sambil memukuli anaknya tersebut di kamar tamu. Sang anak yang baru pulang bermain layang-layang pada Selasa (19/6) sore itu dengan jujur mengakui telah mengambil uang ibunya untuk membeli layangan.

Mendengar pengakuan tersebut, bocah kelas dua sekolah dasar tersebut ditelanjangi dan diseret ke kamar mandi. Di lokasi tersebut, ibu korban terus memukul tubuh sang anak dengan menggunakan gayung mulai kepala, tangan, dada dan kaki. AM terus menghajar anaknya yang menangis sembari mengguyur air.

Saat dipukul gayung di bagian kepala, bocah itu terjatuh di kamar mandi hingga bibirnya mengalami luka robek. Usai dimandikan ibunya, bocah itu diminta tidur.

Namun, sekitar pukul 22.00 WIB, bocah tersebut terbangun minta minum sembari mengeluh pusing ke ibunya. Belum sempat minum air putih, anak tersebut pingsan disertai kejang dan muntah.

Saat kejadian, bapak bocah tersebut sedang tidak berada di rumah karena berjualan bakso. Baru sekitar pukul 01.00 WIB, sang anak dilarikan ke Puskesmas Pagak. Namun petugas puskesmas tidak bisa menangani, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kepanjen, dan sekitar pukul 01.30 WIB, bocah tersebut meninggal dunia.

Polisi juga mendatangi RSUD Kepanjen, menemui dokter dan dari keterangan medis anak tersebut sudah meninggal dunia sekitar pukul 01.30 WIB.

Setelah kejadian tersebut, polisi meminta keterangan sang ibu serta sejumlah saksi lainnya.

Tubuh korban juga dilakukan autopsi untuk mengetahui secara detail penyebab kematian korban. Hasilnya, terdapat luka memar di tangan dan kaki sebelah kanan, dada kanan dan kiri, retak di pelipus kanan, serta hidung kiri mengeluarkan cairan kuning diduga cairan otak.

“Retak pelipis kanan akibat dipukul pakai gayung hingga pendarahan otak, akhirnya terjadi penyumbatan mempengaruhi fungsi paru-paru dan jantung. Itu yang menyebabkan kematian,” beber Adrian.

Lebih lanjut, ia menambahkan dari keterangan sejumlah saksi serta para tetangga korban, terungkap bahwa ibunda korban tersebut sudah sering melakukan kekerasan berupa pemukulan pada anaknya.

Untuk saat ini, ibunda korban masih dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi juga berencana akan meminta bantuan psikiater untuk memeriksa kejiwaan AM. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.