Viewed 176 Times

Saling Klaim Berperan Bebaskan 10 WNI, Bukti Dipolitisasi

0

MEDIA MALANG – Sebanyak 10 WNI yang sempat menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf saat ini sudah dibebaskan. Namun, nyatanya terjadi saling klaim yang paling berperan dalam pembebasan tersebut. Misi pembebasan tersebut kemudian menjadi polemik dan mengaku berjasa.

Pengamat Terorisme Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati menilai pembebasan sepuluh ABK Kapal Brahma itu kini malah dipolitisasi oleh segelintir pihak. Padahal, hal itu tidak baik untuk kedepannya.

“Dalam pembebasan 10 sandera ini hendaknya jangan menjadi lahan klaim berbagai pihak. Akan kurang baik dimasa depan,” kata Susaningtyas kepada merdeka.com, Rabu (4/5).

Menurutnya, keberhasilan pemerintah dalam melakukan operasi intelijen dan diplomasi pembebasan 10 WNI yang disandera itu perlu dihargai, meski tentu bila dilakukan tebusan uang akan mengurangi nilai kesuksesan lobi-lobi tersebut.

“Sebagaimana kita ketahui Indonesia sudah punya berbagai pengalaman di masa lalu. Indonesia punya pengalaman bebaskan hostage di luar negeri, woyla dan MV kudus. Hal ini kan sebenarnya dapat dijadikan alasan dibangun suatu tim kerja yang terkoordinasi untuk hadapi kasus penyanderaan yang mungkin saja dimasa yang akan datang bisa terulang lagi. Sehingga kita siap menghadapinya, termasuk membangun sistem keamanan maritim yang holostik dan terintegrasi,” kata dia.

Dihubungi merdeka.com secara terpisah, Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (Ka BAIS), Laksda Purn Soleman B Ponto mengatakan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf merupakan kerjasama yang baik antara seluruh pihak yang mempunyai jaringan masing-masing.

Dia juga mengatakan wajar jika tim kemanusiaan Surya Paloh dan Kivlan Zein dalam membebaskan 10 WNI disandera mengklaim sebagai buah hasil pekerjaannya.

“Setelah sandera dilepas sah-sah saja orang yang mengklaim bahwa itu hasil kerjanya sendiri. Seharusnya memang kalau benar dan ingin diketahui perbuatannya, maka umumkan dong sebelum sandera dilepas. Kalau sudah terlepas ya siapa saja bisa bilang itu hasil kerjanya,” kata dia.

Lanjut dia, saat ini beberapa pihak yang ikut terlibat dalam 4 WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf harus diumumkan agar publik tahu. “Jangan sampai nanti sudah lepas baru mengklaim itu hasil kerjanya,” tandasnya.

Seperti diketahui, Tim Kemanusiaan Surya Paloh mengklaim sebagai pihak yang berjasa dibalik pembebasan 10 Warga Negara Indonesia yang disandera kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf pada Minggu (1/5) sekitar pukul 12.15 di Pantai Parang, Sulu, Mindano Selatan, Filipina.

Tim Kemanusiaan Surya Paloh ini gabungan dari Yayasan Sukma, kelompok Media Group dan Fraksi Partai NasDem DPR. Yayasan Sukma merupakan lembaga kemanusiaan pimpinan Ahmad Baidowi dan Samsul Rizall Panggabean. Sedangkan Fraksi Partai Nasdem DPR diwakili oleh Victor Laiskodat dan Supiadin. (*)

Editor    : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.