Viewed 5 Times

Rumah Sakit dan Layanan Kesehatan Dianjurkan Buat Database Pendonor Darah

0

MEDIA MALANG – Wakil Walikota Malang Sutiaji menganjurkan kepada seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan di kota ini untuk membuat database pendonor darah, sebagai upaya mengantisipasi permasalahan stok darah.

“Database pendonor darah harus disediakan di Rumah Sakit atau tempat pelayanan kesehatan. Dari database pendonor darah inilah nanti bisa melakukan pendekatan, agar mereka bisa mendonorkan darah secara rutin,” katanya saat menghadiri acara donor darah oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Rumah Sakit Universitas Brawijaya, Kota Malang, Sabtu hari ini.

Sutiaji menegaskan tentang pentingnya database tersebut. Tidak setiap saat stok darah di PMI ada, padahal kebutuhan darah sewaktu-waktu. Jika database lengkap, rumah sakit tidak kesulitan mencari stok darah.
Berdasarkan data yang ada saat ini, jumlah pendonor darah di Kota Malang antara 10-12 ribu orang. Jika data tersebut lengkap, mudah ditelusuri jika data base pendonor lengkap.

“Data base kan ada nama, alamat nomor telepon pendonor. Nanti, setiap 90 hari sekali bisa dihubungi, diberitahu jika sudah waktunya donor kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kota Malang Bagong Priyantono, mengatakan sengaja menyelenggarakan kegiatan donor darah ini. Sebagai organisasi profesi, PPNI juga mempunyai tanggung jawab sosial untuk menjamin kesehatan masyarakat.

“PPNI sebagai organisasi profesi, juga bahu-membahu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat salah satunya melalui kegiatan donor darah ini,” katanya.

Direktur RSUB Malang Djanggan Sargono mendukung penuh kegiatan donor darah ini. Ia berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.