Viewed 4 Times

Ribuan Santri di Malang Lawan Kebencian

0

MEDIA MALANG – Ribuan santri di Malang, mendeklarasikan diri melawan ujaran kebencian dalam apel memperingati Hari Santri di Lapangan Tumapel, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (22/10) hari ini.

Komitmen untuk melawan ujaran kebencian itu juga tertulis dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Polres Malang dengan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang. Selain ujaran kebencian, juga ada komitmen pemeliharaan keamanan sibe, anti radikalisme, terorisme, serta ikrar antinarkoba.

Kepala Polres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengemukakan dalam memerangi radikalisme dan narkoba, maupun ujaran kebencian, polisi memang melibatkan semua pihak, termasuk santri. “Radikalisme, narkoba akan merusak bangsa ini, sehingga diperlukan ikrar agar kita semua dan para santri juga terlibat demi NKRI,” katanya pada wartawan.

Ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman juga menyatakan, peringatan Hari Santri ini merupakan momentum tepat untuk silaturahmi antara para pemangku pemerintah, ulama dan santri, sehingga tercipta saling mendukung dan kolaborasi yang sangat positif.

Ia mengatakan, dengan kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, santri juga harus pandai menempatkan diri. Kemajuan teknologi di satu sisi membawa positif, tapi di sisi lain juga ada negatifnya. “Dengan itu, perlu adanya filter, agar masyarakat tidak terlalu berpengaruh dengan informasi-informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

PCNU juga sangat mengapresisi dengan adanya MoU dengan Polres Malang, dengan harapan bisa antisipasi terjadinya SARA serta mencegah penyebaran narokoba.

Dalam kegiatan tersebut, isi MoU itu terdapat tiga poin kesepakatan, yakni sepakat saling mendukung dan berkoordinasi dalan pemeliharaan keamanan siber, khususnya antiujaran kebencian, antiradikalisme dan terorisme.

Kedua, bersepakat bersama-sama melakukan pengamanan dan pencegahan tindak kejahatan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, serta memicu adanya konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ketiga, mengoptimalkan lembaga dakwah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan agama dalam rangka kampanye melawan paham radikalisme, terorisme dan ujaran kebencian.

Kegiatan apel tersebut diikuti ribuan santri dari pondok pesantren se-Kabupaten Malang. Dalam kegiatan tersebut, para santri juga menyanyikan Selawat Wathaniyah, peresmian pesantren kader NU, dan pembagian pohon zaitun ke perwakilan pondok pesantre se-Malang Raya. (*)

Penulis : Cahyono

Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.