Rest Area Karangploso Sarana Transit Berwahana

579

Media Malang – Rest Area atau tempat persinggahan di Desa Donowari, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, resmi dibuka Bupati Malang, H. Rendra Kresna untuk umum.

Menurut Rendra, rest area yang dibangun di atas laham 2,3 hektare ini nantinya akan merupakan tempat persinggahan bagi wisatawan baik yang berasal dari manca negara maupun wisatawan domestik.

“Rest area ini merupakan salah satu tempat persinggahan yang disediakan bagi wisatawan,38 kios, delapan gazebo dan puluhan tempat bermain kami sediakan untuk menarik minat wisatawan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Made Arya menambahkan, rest area termasuk fasilitas pemerintah yang dibangun atas kerja sama dengan pelaku bisnis. “Kita gandeng para pelaku wisata, traveling dan perhotelan,” jelasnya.

Dengan rest area ini,  kata dia, sebelum wisatawan menuju tujuan yang dimaksud, mereka bisa memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk beristirahat, atau berbelanja.

Untuk tidak mengecewakan wisatawan, rest area dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti tempat ibadah, mini market. Selain itu di dalam kompleks tersebut dibangun 38 kios yang menjual aneka produk khas Malang dan delapan gazebo peristirahatan.

“Intinya kita hanya bertujuan mengembangkan pariwisata di Malang, sebagai salah satu destinasi wisata,” tandas Made.

Agar obsesi mewujudkan dunia pariwisata tidak mubazir, Pemerintah Kabupaten Malang bersinergi dengan praktisi pariwisata termasuk perhotelan untuk mengintegritas semua program yang berkaitan dengan bisnis wisata.

Sasaran akhir dari semua ketersediaan fasilitas menuju tahun wisata, adalah, mengembangkan serta menggeliatkan potensi wisata yang bukan cuma di Kabupaten Malang, tetapi di Malang Raya.

Kabupaten Malang, kata Made, hanya sasaran antara, sebelum wisatawan menuju tujuan akhir di tempat atau obyek wisata yang dikunjunginya.

“Selain itu kita menghendaki agar masyarakat memiliki semangat untuk membuka usaha baru dengan memanfaatkan peluang yang ada,” ujarnya.

Raiseilla Rosa Dewi, Duta Wisata asal Kabupaten Malang mengaku selama ini, pihaknya membantu pemerintah setempat menyebarluaskan obyek wisata yang ada di Kabupaten Malang, melalui media sosial.

Bahkan, untuk mempromosikan obyek wisata yang ada, gadis berusia 22 tahun yang masih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang ini bersama komunitasnya, tak jarang turun ke jalan.

“Tujuan kita ingin mengembangkan obyek wisata di Malang makanya sering kita turun ke jalan membagikan pamflet yang berisi tempat-tempat wisata yang ada,” ucapnya terpisah.

Promosi wisata yang dilakukan Raiseilla Rosa Dewi bersama komunitas Joko Roro, selanjutnya dikirim ke berbagai berbagai daerah di Indonesia.

Menurut pengakuan Rosa, dengan cara ini, Joko Roro Kabupaten Malang, akan membuka gerbang wisata ke luar dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam sebagai produk yang bisa dijual.


 

Penulis : Rajendra Sulaiman
Editor : Puspito Hadi

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.