Viewed 17 Times

PWI Malang Raya Perang Melawan Berita Hoax

0

MEDIA MALANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar deklarasi perang melawan berita
hoax. Perang melawan hoax dilakukan untuk mengurangi dampak negatif yang terjadi di masyarakat.

“Berita hoax meresahkan dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kami melakukan deklarasi bersama
perangi berita hoax, karena kami ingin berita yang akan disebarluaskan membutuhkan pertanggungjawaban akan
kebenarannya,” kata Ketua PWI terpilih Malang Raya, Ariful Huda, saat pelantikan ketua dan pengurus PWI
masa bhakti 2017 – 2020 di Pendopo Kabupaten Malang, Minggu (25/02).

Menurut Arif, langkah PWI Malang Raya memerangi hoax merupakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas
dan profesionalisme jurnalis dalam memberikan informasi yang aktual kepada masyarakat dengan harapan tidak
terjadi berita hoax. “Ke depan kami tidak ingin ada berita – berita hoax lagi,” tuturnya.

‌Ia menambahkan, untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis, tambah Arief, saat ini PWI sering melakukan
Uji Kompetensi Wartawan (UKW). “Salah satu upaya nyata yang kami lakukan dalam rangka meningkatkan
kualitas kinerja kami adalah dengan melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan agar kualitas diri rekan-rekan
wartawan juga meningkat,” ujarnya.

Ketua PWI Jawa Timur, Akhmad Munir menyatakan bahwa penyebab terjadinya berita hoax itu lantaran tidak
terlepas dari kepentingan bisnis masing-masing media. Akibatnya, banyak wartawan yang menyalahi kode etik
jurnalistik dengan menyebarkan berita bohong.

‌”Sejatinya wartawan memang tidak diperbolehkan menyebarluaskan berita hoax kepada masyarakat, namun pada
kenyataannya hal tersebut sulit dilaksanakan pada masa sekarang, karena sudah ada kepentingan –
kepentingan, baik bisnis maupun politik yang sangat mempengaruhi media” paparnya.

Sementara itu, PJS Walikota Malang, Wahid Wahyudi meminta PWI Malang Raya bekerja lebih ekstra dan hati –
hati dalam melakukan tugas jurnalistiknya di tahun politik ini agar tidak memperkeruh suasana melalui
berita yang dipublikasikan. Termasuk, meluruskan kabar hoax secepat mungkin.

“Pers adalah pilar demokrasi sehingga berita yang di tulis adalah berita yang sejuk dan terkonfirmasi
agar tidak ada berita hoax yang dapat memperkeruh suasana,” pungkasnya.(*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.