Pupuk Kaltim Siapkan Stok Urea Subsidi Berlebih 

0

MEDIA MALANG – Manajemen Pupuk Kaltim mengungkapkan telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi Urea lebih tinggi atau berlebih dari ketentuan yang telah dikeluarkan lewat oleh SK Menteri Pertanian.

Superintendent Pemasaran Jatim 2 Departemen Pemasaran PSO 1 Pupuk Kaltim Sugiyono Masheri mengungkapkan perusahaan ingin menjaga stok yang lebih aman.

Selain pengadaan pupuk bersubsidi dari pusat produksi di Bontang, Kalimantan Timur, pupuk juga akan dipasok dari beberapa Distribution Center (DC) yang tersebar di Surabaya, Banyuwangi dan Makassar.

“Proses pendistribusian pupuk bersubsidi dilakukan menggunakan distribusi pupuk bersubsidi secara tertutup dengan sistem distribusi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga untuk memperoleh pupuk, petani diwajibkan menyusun RDKK,” kata Sugiyono saat sosialisasi terkait penyaluran dan stok pupuk subsidi kepada insan media yang ada di wilayah pemasaran Pupuk Kaltim di Hotel Ijen Suite, Malang, Jumat (11/5).

Staf Pelayanan & Komunikasi Produk Pupuk Kaltim Ajang Christrianto menambahkan, kegiatan antisipatif lainnya terus dilakukan Pupuk Kaltim yaitu dengan meningkatkan sistem monitoring stok dengan penggunaan aplikasi Distribution Planning and Control System (DPCS).

“Selain itu, Pupuk Kaltim juga menyediakan jaringan bebas pulsa untuk petani, kios resmi dan distributor yang ingin menyampaikan keluhan dan saran guna meminimalisir adanya permasalahan yang timbul terkait penyaluran pupuk bersubsidi,” kata dia.

Pupuk Kaltim adalah anak Perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero), telah menyalurkan 536.758 ton Urea subsidi atau 36% dari alokasi SK Menteri Pertanian RI dan 69.187 ton NPK subsidi atau 42% dari alokasi SK Menteri Pertanian RI sampai dengan 7 Mei 2018.

Dalam mengamankan distribusi pupuk subsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, Pupuk Kaltim telah meningkatkan stok di daerah melebihi dari ketentuan yang berlaku. Pupuk Kaltim menyediakan stok Urea subsidi total sebesar 345.533 ton, dengan rincian stok Urea subsidi di Lini I atau gudang pabrik sebesar 5.497 ton, stok Urea subsidi Lini II atau Gudang Provinsi sebesar 84.484 ton dan stok Urea subsidi di Lini III atau Gudang Kabupaten sebesar 254.269 ton.

Sedangkan untuk total stok NPK subsidi sebesar 22.592 ton, dengan rincian stok pada Lini I atau gudang pabrik sebesar 9.960 ton dan stok di Lini III atau Gudang Kabupaten sebesar 12.632 ton. Adapun serapan Urea subsidi tertinggi yaitu di provinsi Jawa Timur, yaitu sebesar 225.306 ton, sedangkan serapan NPK subsidi tertinggi di Kalimantan Selatan, yaitu sebesar 20.953 ton.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, dibuka oleh Superintendent Hubungan Internal Departemen Humas
Pupuk Kaltim, Nurdi Saptono. Sejumlah materi sosialisasi disampaikan oleh Superintendent Pemasaran Jatim 2 Departemen Pemasaran PSO 1 Pupuk Kaltim Sugiyono Masheri danStaf Pelayanan & Komunikasi Produk Pupuk Kaltim Ajang Christrianto.

Nurdi mengungkapkan, kegiatan itu sengaja melibatkan wartawan, agar lebih memahami tentang pasokan pupuk.

“Dari tahun ke tahun, berita tentang kelangkaan dan pemalsuan pupuk juga banyak. Kami berharap kalangan media tau mana pupuk yang asli dan palsu. Selain itu juga untuk mengetahui tentang pola RDKK, siapa saja yang berhak mendapat pupuk bersubsidi,” ujar Nurdi. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.