Viewed 19 Times

PTPN XII Kembangkan Industri Gula

0

MEDIA MALANG – PTPN XII berencana mengembangkan industri gula selain tanaman karet, teh, kopi, serta kakao dengan harapan bisa menjaga ketahanan pangan.

“5 Juli mulai giling. Kami beranjak melakukan uji coba komersial dengan produksi 6 ribu TCD (Ton Cane Per Day) x 6,” kata Dirut PTPN XII Berlino Mahendra Santoso saat berkunjung ke PTPN XII Kebun Teh Wonosari Lawang, Desa Wonosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa hari ini.

Ia mengatakan, potensi tebu yang akan digiling sekitar 516 ton dengan waktu giling sekitar 96-100 hari. Dari potensi tersebut, rata-rata akan mendapatkan 5.500 sampai 6 ribu TCD.

Berlino menambahkan, potensi tanaman tebu cukup luas, salah satunya dari konversi tanaman tahunan karet dan kopi yang sudah tua diubah menjadi tanaman tebu.

Diproyeksikan, ada sekitar 10 ribu hektare lahan ditanami. Sementara, untuk pengolahan kapasitasnya sekitar 6 ribu TCD. Namun, ke depan akan ditambah sampai 8 ribu TCD.

Berlino mengungkapkan, produksi gula ini memang masih baru, terlebih lagi bahan baku dari lahan sendiri. Namun, Berlino menyebut perusahaan sebenarnya sudah mempelajari tentang usaa ini sejak lama, sekita 2012 sehingga cukup belajar.

“Kami tetap konsisten dengan produksi karet, teh, kopi, serta kakao. Kami masuk ke industri gula, karena juga ingin eksis ikut ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan rendemen gula dari hasil panen tebu saat ini, Berlino menyebut potensi rendemen dari uji coba hingga 9,5 persen. Namun, hal itu bisa berubah dipengaruhi tebang, muat, dan angkut. Diharapkan, rendemen yang ada saat ini bisa bagus, minimal 7,5 persen.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Menteri BUMN Rini Soemarno. Ia juga berkesempatan menyerahkan dana hibah PKBL PTPN XII sebagai bentuk kepedulian dan bina lingkungan korporasi PTPN XII.

Menteri BUMN juga menyerahkan 300 paket ramadhan “BUMN hadir untuk negeri” pada warga sekitar, pekerja di lingkungan Kebun Wonosari serta anak yatim piatu.

Menteri Rini juga sempat melihat produksi teh hitam untuk keperluan ekspor, hasil produksi dari perkebunan. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.