Prospek Tawaran Waralaba Kedai Kopi

0

JAKARTA, MEDIAMALANG.COM – Kini, ngopi sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Tak heran jika banyak kedai kopi bermunculan. Pasar kopi yang kian luas mengundang orang menerjuni bisnis kedai kopi.

Tawaran kemitraan kali ini juga datang dari kedai kopi asal Jakarta bernama Ayo Kopi. Berdiri sejak Mei 2016, Ayo Kopi baru saja menawarkan kemitraannya pada Oktober 2018.

Dulu, kedai kopi ini bernama The Iron Samurai Coffee.

“Lalu, supaya lebih Indonesia, kami rebranding jadi Ayo Kopi,” jelas Aslan, Direktur Ayo Kopi. Kini, sudah ada dua gerai Ayo Kopi di Jakarta Barat dan Kuningan, Jakarta Selatan.

Paket kemitraan yang ditawarkan yakni sebesar Rp 186 juta. Dengan modal tersebut mitra akan mendapatkan kerjasama kemitraan selamanya, paket mesin kopi, peralatan kedai kopi, bahan baku awal, dan training head barista.

“Kami bebaskan mitra untuk mengkonsep kedai kopinya, karena biaya renovasi dan desain ditanggung mitra,” jelas Aslan.

Ayo Kopi menawarkan aneka olahan kopi, seperti espresso, espresso machiato, affogato, cappucino, coffee latte, dan es kopi susu cobaz. Selain itu, tersedia pula menu es teh tarik, lemon tea, lychee tea, green tea latte, dan sebagainya. Aneka menu minuman tersebut dibanderol Rp 7.000-Rp 25.000 per gelas.

Ada pula menu makanan berat seperti gado-gado siram, nasi rawon dan lainnya. Untuk snack, pilihannya kentang goreng, sandwich, chicken wing, dan chicken nugget.

“Kami tawarkan kopi nusantara dari produk kopi house blend sendiri. Ada kopi Gayo,.kopi Toraja, kopi Flores dan kopi Bali Kintamani,” terang Aslan.

Rata-rata omzet yang didapat gerai Ayo Kopi Rp 2 juta-Rp 3 juta per hari. Ada biaya royalti sebesar 6% dari omzet. Selain itu, mitra wajib mentambil bahan baku kopi dari pusat demi menjaga standar kualitas. Dengan perhitungan rata-rata omzet tersebut, mitra diperkirakan bisa mencapai balik modal sekitar 10-20 bulan.

Keunggulan Ayo Kopi terletak pada konsep marketingnya. Setiap mitra yang bergabung akan mendapat satu karakter kartun robot superhero untuk keperluan marketing.

“Bisnis kami ini bermula dari bisnis game, desain, dan IT. Lalu kami masuk juga ke bisnis kedai kopi dan punya konsep seperti itu agar kedai kopinya unik,” pungkas Aslan.

Pengamat Waralaba dari Entrepreneur College, Khoerussalim Ikhsan berpendapat bisnis kedai kopi masih menjanjikan dan terus bisa berkembang. Namun di sisi lain, pelakunya juga makin banyak.

“Jika kedai kopi lokal ini tidak memiliki menu atau ciri khas andalan, akan sulit bersaing dengan kedai kopi yang sudah ada lebih dulu. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : kontan

Comments are closed.