Viewed 13 Times

Program Zakat ASN di Malang Bantu Warga Miskin

0

MEDIA MALANG – Program pemotongan zakat dari aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Malang, telah berjalan selam satu tahun. Program itu untuk membantu warga miskin di daerah ini.

“Di lingkungan Pemkab Malang untuk pembayaran zakat, sudah berjalan satu tahun lalu,” kata Bupati Malang Rendra Kresna pada wartawan, Minggu (11/2).

Bupati mengatakan, pemkab telah membuat kebijakan pemotongan gaji ASN untuk zakat khusus bagi yang beragama Muslim. Para ASN tersebut juga dengan sukarela gajinya untuk zakat yang memang diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan.

Pemotongan gaji ASN itu juga beragam mulai 1,5 persen, 2 persen, dan 2,5 persen. Uang itu dikumpulkan dan dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Malang. Bahkan, setiap bulan zakat yang terkumpul cukup besar hingga Rp.1,2 miliar.

Selama ini, uang zakat yang terkumpul itu, disalurkan untuk warga yang membutuhkan di Kabupaten Malang. Beberapa program itu misalnya untuk bedah rumah untuk warga miskin, pemberian beasiswa bagi anak-anak sekolah, dan memberikan bantuan biaya kesehatan bagi masyarakat miskin yang belum sebagai peserta program Jaminan Kesehatan (Jamkesmas).

“Zakat yang dikeluarkan para ASN di lingkungan Pemkab Malang secara otomatis akan membantu untuk mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang,” beber Rendra.

Ia menambahkan, pemotongan gaji ASN untuk zakat itu juga telah disesuaikan dengan syariat Islam dan dipotongkan dari besaran gaji pokok setiap bulan. Namun, untuk guru yang mendapatkan tambahan uang sertifikasi, tidak termasuk dipotong.

Pihaknya mendukung rencana pemerintah pusat untuk memotong gaji pokok pada ASN khusus yang beragama Muslim 2,5 persen untuk pembayaran zakat. Terlebih lagi program itu juga sudah jalan di Pemkab Malang.

“Prinsipnya Pemkab Malang sangat siap ketika Perpres tentang pemotongan gaji pokok ASN untuk pembayaran zakat itu diberlakukan,” kata Bupati. (*)

Penulis : Cahyono, Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.