Produksi Obat Herbal Indonesia Merambah Pasar Luar Negeri

0

MEDIA MALANG – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mengungkapkan bahwa permintaan pasar obat herbal di luar negeri semakin bagus. Obat herbal juga mempunyai beragam manfaat dan aman dikonsumsi.

“Ini meningkat terus. Pada 2016-2017 naik 10 persen (produksi), keuntungan juga naik 15 persen,” katanya ditemui dalam seminar dengan tema “Memanfatkan obat herbal menuju Indonesia sehat” di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Sabtu (5/5).

Selain seminar, pihaknya juga menjalin nota kesepahaman dengan kampus UB Malang, untuk penelitian. Pihaknya ingin agar para dokter maupun akademikus bisa diajak bersama untuk melakukan penelitian, karena di Indonesia terdapat bahan baku dari alam yang bisa dimanfaatkan untuk obat.

“Bahan baku obat alam di Indonesia banyak, seperti sumber utama. Jadi, jika dikelola, diteliti dengan baik bisa bermanfaat,” kata dia.

Ia mengungkapkan, selama ini banyak mitos yang kemudian dipercaya termasuk di Jawa yang cukup kuat. Salah satunya jika mengonsumsi mint, bisa mengurangi reproduksi baik laki-laki maupun perempuan. Padahal, dari hasil uji laboratorium yang sudah dilakukan di perusahaan, hal itu tidak berpengaruh.

Kendati obat herbal, pihaknya tetap melakukan riset guna membuktikan secara ilmiah obat herbal tersebut aman dan berkhasiat.

Untuk mengembangkan usaha, saat ini perusahaan sudah meluaskan lahan dengan membuat pabrik baru. Pembangunan sudah 100 persen dan pada 23 April lalu sudah melakukan “trial” pertama untuk produk. Diharapkan, pada 30 Mei 2018, pabrik baru sudah bisa produksi dengan sepenuhnya.

Menurut dia, saat ini permintaan pasar luar negeri semakin bagus, sehingga dengan pabrik baru juga semakin mendukung produksi. Beberapa negara tujuan adalah Filiphina, Nigeria, Myanmar, hingga Thailand. Potensi penjualan di negara itu cukup bagus, permintaan juga selalu naik.

Ke depan, pihaknya juga berencana mendirikan herbal riset center. Di dalamnya, akan dilakukan riset tentang budi daya tanaman herbal, uji klinis, serta data-data tanaman herbal di Indonesia.

Ia berharap, dengan berbagai hal yang telah dilakukannya, juga semakin mengenalkan obat dan tanaman herbal dari Indonesia ke luar negeri. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.