Presiden Minta Masyarakat Tak Mudah Percaya Isu

0

MEDIA MALANG – Presiden Joko Widodo meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berbagai macam isu yang muncul. Isu itu sebab itu sengaja dibuat agar bangsa ini menjadi pesimis.

“Negara kita adalah negara besar sekali, tapi kita sering tidak menyadari hal itu, karena sejak awal berdiri bangsa ini adalah bangsa yang besar dan Berbhineka, dan ini adalah anugerah Allah SWT,” kata Jokowi di Universitas Islam Malang (Unisma), Jatim, Kamis (29/3).

Presiden Jokowi hadir di Unisma menjadi “Keynote Speaker Studium Generale” tentang “Islam Nusantara dan Keutuhan NKRI untuk Mewujudkan Indonesia Damai”. Presiden mengatakan, bangsa Indonesia saat ini telah menjadi rujukan untuk belajar Kebhinekaan dan persatuan bagi bangsa lain.

Bangsa Indonesia memiliki 714 suku dan 1.100 bahasa lokal. Hal ini tentunya sangat besar bila dibandingkan dengan bangsa lain, seperti Singapura atau Afganistan.

Namun, Presiden Jokowi menyadari, semakin besar suatu bangsa akan semakin besar pula cobaan yang dihadapi, namun bangsa yang besar tidak boleh gentar dan pesimis menghadapi cobaan tersebut.

“Oleh karena itu, tidak boleh ada yang terprovokasi seperti isu Indonesia akan bubar, isu komunis, isu PKI, isu antek asing. Kita harus tahan uji dan tahan banting jangan sampai kita terhasut oleh isu-isu yang tidak jelas,” tegasnya.

Presiden mengadakan lawatan ke Jatim. Di Malang, sebelumnya Presiden membagikan lebih dari 5 ribu sertifikat hak atas tanah untuk warga baik dari Kota/Kabupaten Malang dan Batu. Presiden ke Malang, Rabu-Kamis (28-29/3).

Selanjutnya, Presiden melanjutkan perjalanan ke Madiun, untuk peresmian Ruas Tol Ngawi-Kertosono atau Klitik-Wilangan sepanjang 52 km. Acara peresmian akan berlangsung di Pintu Gerbang Tol di Desa Bagi, Kabupaten Madiun. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.