Viewed 8 Times

Presiden Jokowi Hadiri Kajian Ramadhan di UMM

0

MEDIA MALANG – Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri acara kajian ramadhan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini digelar oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Rektor UMM Fauzan mengatakan, kedatangan Presiden ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang telah meneguhkan negara Pancasila sebagai darul-ahdi wasy-syahadah.

“Darul-ahdi bermakna bahwa negara kita ini merupakan hasil konsesus nasional, yang melintasi keragaman etnis, agama, bahkan kekuatan politik dan golongan. Sementara darusy-syahadah menegaskan bahwa tanah air ini adalah bukti kesaksian kita atas Indonesia yang merdeka, yang harus dijaga bersama menuju negeri yang makmur, adil dan bermartabat,” katanya dalam rilis yang diterima, Sabtu hari ini.

Fauzan menambahkan, jika dilihat dari sisi historis, jauh sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah telah bahu membahu, turut membangun fondasi bangsa dan memperjuangkan kemerdekaan.

“Benang merah itu yang coba kita perkuat. Apalagi, UMM ini kan salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan yang telah mengukuhkan diri sebagai kampus kebangsaan. Jadi konteks kehadiran Pak Jokowi ini sangat relevan,” kata Fauzan.

Fauzan mengatakan, kehadiran Presiden di UMM ini sangat kontekstual dengan Pekan Pancasila yang dicanangkan pemerintah. Pekan Pancasila, sebagaimana disebut Jokowi, diupayakan untuk menguatkan dan memperkenalkan ulang dasar-dasar Pancasila, serta menarik minat anak muda terhadap Pancasila, sehingga diharapkan seluruh komponen bangsa dapat menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena salah satu sasarannya anak muda, maka penguatan Pancasila oleh Presiden bisa langsung dirasakan oleh kaum muda Muhammadiyah se-Jawa Timur serta mahasiswa UMM yang berlatar keragaman etnis, suku, bahkan agama. Ini penting, karena melalui anak muda, upaya memviralkan spirit Pancasila menjadi lebih mudah dan cepat dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Rektor Koordinator Bidang (Askorbid) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang juga menjadi penanggungjawab Kajian Ramadhan 1938 Hijriyah Mohammad Nurhakim menjelaskan, kajian ramadhan ini diharapkan berdampak positif bagi keutuhan bangsa maupun untuk kepentingan umat,

“Karena dihadiri sejumlah tokoh bangsa, semoga ini bisa lebih merekatkan semua elemen bangsa, serta menguatkan kembali titik-titik simpul umat ini dari ketegangan-ketegangan yang sempat menguji keutuhan Indonesia belakangan ini,” kata Nurhakim.

Selain Presiden Jokowi, sejumlah tokoh dijadwalkan akan menjadi narasumber yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mendikbud Muhadjir Effendy, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar, dan Wakil Ketua MUI Yunahar Ilyas, Ketua Dewan Pertimbangan MUI yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua PWM Jawa Timur Saad Ibrahim, dan sejumlah tokoh lainnya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.