Viewed 6 Times

Presiden Jokowi Bantah Tudingan Dirinya PKI

0

MEDIA MALANG – Presiden Joko Widodo membantah tudingan dirinya terlibat dalam Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia menegaskan, bahwa PKI dan paham komunisme dilarang di Indonesia.

Bantahan tersebut disampaikannya di hadapan ribuan peserta Kajian Ramadan 1438 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang Dome, Malang, Sabtu sore ini.

Presiden Jokowi merasa merasa gerah dengan tudingan yang dilayangkan pada dirinya serta keluarga. Padahal, di konstitusi dan TAP MPR ditegaskan bahwa PKI dilarang di Indonesia.

“Banyak isu PKI bangkit, komunis bangkit, pertanyaannya di mana bangkitnya? Karena sudah jelas di konstitusi kita bahwa PKI dan komunis dilarang di Indonesia,” katanya di hadapan peserta.

Presiden juga meminta agar jika paham itu ada ataupun PKI ada, ditunjukkan. “Kalau ada, tunjukkan kepada saya, saya gebuk detk itu juga,” katanya tegas.

Presiden juga membantah dirinya melindungi PKI. Ia menjelaskan, saat PKI dibubarkan dirinya masih kecil, berusia tiga tahun.

Ia pun tidak segan meminta agar masyarakat melakukan klarifikasi, bahkan cek tempat tinggal orangtuanya, termasuk kakek neneknya.

“Sangat mudah sekali di era keterbukaan ini, sebetulnya saya males menanggapi ini. Tapi karena ada kesempatan, saya sampaikan lah karena ini forum besar,” ujarnya.

Presiden pun meminta masyarakat tidak lekas percaya begitu saja dengan beragam isu yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau hoaks. Ia meminta masyarakat ikut memerangi informasi hoaks, yang marak dalam waktu terakhir ini.

“Masih ada saja orang yang bermain kata-kata. Kalau berita di medsos, semua orang bisa buat berita, apalagi yang tidak terverifikasi banyak dan bisa dibuat,” ujarnya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.