Viewed 321 Times

Polres Malang Pertimbangkan Izin Pertandingan Arema Pasca Ricuh

0

MEDIA MALANG – Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung akan mempertimbangkan kembali izin pertandingan Arema FC untuk memberikan izin pertandingan Kompetisi liga satu di kandang.

Tim masih menunggu analisa intelijen, pasca kericuhan saat menjamu tamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (15/04). Akibat insiden itu ratusan suporter mengalami luka-luka.

“Kalau memang menurut analisa intelijen tidak kondusif saya tidak akan merekomendasikan pertandingan di Stadion Kanjuruhan,” katanya kepada wartawan, Senin (16/4).

Menurut Yade, kericuhan itu dipicu oleh oknum suporter Aremania yang turun dari tribun sebelah Timur ke “Settle ban” pada menit 90, sehingga pertandingan terpaksa dihentikan oleh wasit. Kondisi ini membuat petugas keamanan dalam (Match Steward) berusaha membendung ulah oknum suporter agar kembali naik ke tribun penonton, namun gagal. Mereka pun akhirnya bentrok.

“Kepolisian dan TNI melakukan tindakan persuasif agar suporter naik kembali ke tribun. Namun beberapa orang supporter tidak bisa dikendalikan dan memasuki lapangan dengan maksud menuju wasit dan pemain. Oleh match steward coba dihalangi namun malah sempat terjadi bentrokan antara Suporter dan match steward,” paparnya.

Ia menjelaskan banyaknya korban akibat insiden itu karena banyak penonton yang mengalami sesak nafas dan kelelahan akibat berdesak-desakan. Petugas pun berupaya cepat membawa para korban ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Tidak ada korban jiwa akibat kericuhan supporter. Tidak ada sarana prasarana stadion yang rusak. Selama peristiwa tersebut aparat polri bisa mengendalikan situasi hingga aman dan kondusif,” tandasnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, tercatat sekitar 212 suporter terluka akibat kericuhan tersebut. Rata-rata korban mengalami sesak nafas, perih mata dan fraktur pada kaki dan tangan karena terinjak oleh suporter yang berlarian. Para korban yang sesak nafas diduga terkena lemparan gas air mata dan peluru karet petugas, dan sampai saat ini masih banyak yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor. : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.