Viewed 557 Times

Polisi Ungkap Kematian Dua Mahasiswa UIN Sunan Ampel

0

MEDIA MALANG – Aparat Kepolisian Polres Malang, mengungkap kematian dua mahasiswa pecinta alam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, yang meninggal saat mengikuti Diklat Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel (Mapalsa) di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari di Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (17/10).

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Malang AKP Adam Purbantoro, Minggu siang mengemukakan tim dokter telah melakukan pemeriksaan pada kedua korban dan diduga mereka meninggal karena terlalu capek. “Dari keterangan dokter, ciri-ciri fisik korban, diduga karena kecapekan dan dehidrasi. Kalau ada lebam-lebam, karena capek juga bisa,” kata dia.

Ia juga mengatakan, keluarga menolak rencana autopsi pada kedua korban, sehingga petugas medis pun tidak bisa mengetahui penyebab pasti kematian korban. Kedua jenazah juga sudah dibawa pulang keluarga mereka, setelah sebelumnya dirawat di RSSA Malang.

Polisi berencana memeriksa lagi para saksi terkait dengan kematian dua mahasiswa tersebut, guna memastikan kronologis serta penyebab kematian mereka. Selain itu, polisi saat ini juga sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan hutan tersebut. “Saksi-saksi memang sudah dimintai keterangan, tapi nanti akan dilakukan pemeriksaan lagi,” tambah dia.

Diklat Mapalsa UINSA Surabaya itu digelar di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Kabupaten Malang, sejak Rabu (14/10), hingga pada Sabtu (16/10) terjadi peristiwa tersebut.

Terdapat dua orang meninggal, yaitu Yudi Akbar Rizky (18), mahasiswa semester satu, warga Sukolilo Park Regency 1/16 Surabaya serta Lutfi Rahmawati (19), mahasiswa semester tiga, warga Jalan Barata Jaya 7/41 Surabaya. Selain dua orang meninggal dunia, dikabarkan seorang mahasiswa peserta diklat lainnya juga dirawat di RS Wafa Husada Kepanjen. Ia adalah Nur Fadilah (19), semester 1, warga JalanBulak Banteng Surabaya.

Sementara itu, kegiatan mapalsa itu diketahui sudah mendapatkan izin di perhutani. Hal itu dikemukakan Kepala Resort Perhutani Pemangkuan Rejosari Sukiat.

Ia mengatakan, izin kegiatan terlampir sejak Rabu (14/10) hingga Minggu (18/10). Perhutani sendiri telah memberikan tembusan acara itu ke Kapolsek Pagak, Kecamatan, dan Koramil. “Ini kejadian pertama selama ini. Kebetulan UINSA juga baru pertama kali mengadakan kegiatan ini,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menambahkan, selama Oktober 2015, terdapat empat perguruan tinggi yang sudah mengajukan izin mengadakan kegiatan di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, ini yaitu UINSA, ABM Kota Malang, Unisma Malang dan Unikama.

Sukiat juga mengatakan, Perhutani sebenarnya juga sudah memberikan aturan pada seluruh lembaga yang memanfaatkan tempat ini, yakni agar tidak menyalakan api di dalam hutan serta melarang panjat tebing. Hal itu disebabkan, di lokasi ini rawan terjadi longsor.  (*)

Penulis : Dix’s Fibriant
 
Editor    : Puspito Hadi

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.