Viewed 9 Times

Polisi Malang Bongkar Pabrik Trobas

0

MEDIA MALANG – Aparat Kepolisian Resor Malang, berhasil membongkar pabrik trobas, sejenis minuman keras jawa berfermentasi yang beroperasi di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Di lokasi, ditemukan berbagai barang bukti usaha itu.

KBO Reskrim Polres Malang Iptu Hari Eko Utomo mengemukakan awalnya, polisi menerima informasi dari masyarakat adanya usaha rumahan seperti minuman keras di Desa Sindurejo. Setelah melakukan pengintaian, polisi akhirnya ke lokasi.

Namun, saat ke lokasi, ternyata pabrik dalam kondisi tidak ada aktivitas. “Saat penangkapan, rumah tersangka memang kosong tidak ada aktivitas. Tapi, kami berhasil mengamankan berbagai barang bukti produksi trobas di belakang rumahnya,” katanya pada wartawan, Senin (11/12).

Di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti yaitu puluhan kilogram gula pasir, beras ketan putih, ragi saft instans, fermipan, gayung, jeriken, serta puluhan tong diduga untuk tempat campuran fermentasi. Selain itu, polisi juga mendapati trobas yang sudah jadi.

Polisi menyita seluruh barang tersebut. Di lokasi, polisi juga mengamankan satu unit mobil Mitsubishi T120 dengan Nopol N-8586-DF.

Polisi tidak kesulitan menangkap pemilik rumah, TU. Ia berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Kepada polisi, yang bersangkutan mengungkapkan dirinya sudah lama menjalani usaha itu, sekitar enam tahun. Biasanya, ia memroduksi barang berdasarkan pesanan. “Biasanya mereka datang ke rumah setelah memesannya,” katanya.

Ia menambahkan, minuman itu memang fermentasi dari berbagai campuran misalnya beras ketan, gula, ragi dan beberapa campuran lainnya. Lama produksi biasanya satu pekan sampai 10 hari. Barang-barang tersebut dijual ke berbagai daerah di Malang.

Saat ini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut. Tersangka saat ini masih ditahan dan ia akan dijerat dengan pasal berlapis, karena melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. Ia terancam hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp.4 miliar. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.