PKB Buka Pendaftaran Bakal Calon Wakil Walikota Malang

0

MEDIA MALANG – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang, hanya membuka pendaftaran untuk posisi bakal calon Wakil Walikota Malang. PKB memutuskan untuk mengusung petahana Walikota Moch Anton dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang 2018.

Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Malang KH Effendi menambahkan, partai memang memutuskan untuk mengusung kembali petahana Abah Anton dalam Pilkada 2018. Selama ini, kepemimpinannya dinilai berhasil, sehingga PKB memutuskan kembali mengusungnya.

“Dengan kepemimpinan Abah Anton periode pertama ini sukses dan semoga kedua semakin sukses, semakin berhasil,” katanya saat peresmian penjaringan bakal calon Wakil Walikota periode 2018-2023 di Kantor DPC PKB Kota Malang, Jalan Tlogomas 1, Malang, Senin hari ini. ‎

‎Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kota Malang Arief Wahyudi menambahkan keputusan partai memang hanya mencari bakal pendamping petahana Abah Anton.

“Untuk N-1 sudah kami pilih, yaitu Abah Anton. Secara de facto, satu-satunya calon Walikota dari PKB ya Abah Anton,” kata Arief.

Ia mengatakan, partai memang masih belum memutuskan calon yang diusung menjadi pendamping petahana Abah Anton dalam Pilkada 2018. Diharapkan, pasangan yang akan dipilih nantinya mempunyai visi misi yang sesuai dengan partai.

“Mudah-mudahan untuk N2 (Bakal calon Wakil Walikota Malang) nanti visi misinya sesuai yang diinginkan DPC. Insya Allah Abah Anton juga siap didampingi,” katanya.

Terkait kriteria, Arief menambahkan, bakal calon Wawali Kota Malang nantinya adalah sosok yang tidak anti dengan Pancasila. Jika yang bersangkutan anti dengan Pancasila, tidak akan diterima PKB, karena tidak sejalan dengan visi misi partai.

Sementara itu, terkait dengan posisi Sutiaji (Wakil Walikota Malang) yang sudah mengambil formulir pendaftaran bakal calon Walikota lewat PDIP, PKB juga sangat menyayangkan. Bahkan, Sutiaji diusulkan untuk dicopot keanggotaan dari PKB, karena saat mendaftar tidak izin ke partai.

“Posisi Sutiaji di PKB, usulan dari bawah dicabut keanggotaan, karena dia tidak pamit. Padahal, berangkatnya dari PKB, jadi apapun yang dilakukan kader partai harus izin PKB,” tambah Sekretaris DPC PKB Kota Malang Zamroni.

KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yaitu 27 Juni 2018. Rencananya, ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018. Di Jatim, Kota Malang menjadi salah satu peserta pilkada serentak ini.

Adapun untuk tahapan pilkada, pada Juni 2017 sudah dimulai di antaranya perekrutan petugas hingga pemuktahiran data pemilih. Untuk pendaftaran calon dari partai akan dimulai Januari 2018. Selanjutnya, Februari 2018 masuk masa kampanye dan Juni 2018 dilakukan pemungutan suara. Dua minggu kemudian untuk menghitung hasil akhir rekapitulasi. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor  : Puspito Hadi

Comments are closed.