Viewed 262 Times

Pesona Pantai Tiga Warna, Surga Bawah Laut Bagi Penikmat Snorkeling

0

MEDIA MALANG – Berbicara tentang keindahan pantai di Indonesia pastinya akan menyita perhatian semua orang termasuk para turis domestik maupun mancanegara. Apalagi jika pantai tersebut masih terjaga keindahannya dan alami. Di Kabupaten Malang, terdapat satu pantai yang indah dan unik karena mempunyai tiga macam warna air laut sehingga dijuluki masyarakat dengan sebutan Pantai Tiga Warna.

Setiap liburan akhir pekan, Pantai Tiga Warna menjadi destinasi wisata andalan para wisatawan dari berbagai daerah untuk berlibur ke sana sambil snorkeling melihat keindahan terumbu karang laut Pantai Tiga Warna.

Tim Travelling Media Malang, Didik Fibrianto dengan Okky Prastya Nugraha melaporkan perjalanannya dari Kota Malang menuju Pantai Tiga Warna, yang merupakan salah satu surga bawah laut terbaik yang dimiliki Kabupaten Malang.

Pantai Tiga Warna ini, berada di wilayah rehabilitasi dan konsevasi mangrove, terumbu karang dan hutan lindung atau di daerah Konservasi Sedangbiru, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, tepatnya sekitar 150 kilometer dari Kota Malang.

Keunikan utama pantai ini adalah warna airnya yang berbeda-beda yang disebabkan oleh kedalaman air laut yang didominasi tiga warna, yakni warna biru tua, biru muda, dan hijau muda. Selain itu, ombak di pantai ini sangat tenang karena ombak besar yang langsung dari Samudera Hindia terhalang oleh Pulau Sempu.

Untuk menuju pantai tiga warna sangatlah mudah. Jika Anda berangkat dari Kota Malang dengan mengendarai kendaraan bermotor, Anda cukup menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju jalan ke Pantai Sendangbiru. Namun, sampai pertigaan menuju Pantai Sendangbiru, ada petunjuk arah ke Pantai Clungup.

Sebelum memasuki kawasan Pantai Clungup, pengunjung harus memberikan informasi ke pos penjagaan yang disediakan oleh warga, dan membayar uang donasi sebesar Rp.6 ribu tiap orang, dan Rp.75 ribu untuk guide. Petugas yang berjaga pun akan mendata jumlah rombongan, karena petugas hanya membatasi pengunjung yang masuk ke area wisata pantai berjumlah 100 orang.

Bahkan, untuk menjaga kebersihan lingkungan, petugas terpaksa memeriksa dan mendata jumlah botol minuman, jumlah makanan serta jumlah tas plastik yang dibawa pengunjung ke Pantai Tiga Warna.

“Pendataan barang bawaan pengunjung itu dilakukan agar pengunjung tidak meninggalkan sampah di lokasi wisata demi menjaga keasrian pantai. Guide juga dibekali wadah terbuat dari bambu atau batok kelapa yang dikalungkan di lehernya, fungsinya untuk tempat buang puntung rokok,” kata salah satu Guide, Saptoyo, kepada Media Malang.

Saptoyo pun kemudian mengantar kami dan pengunjung wisata lainnya mengikuti arah konservasi mangrove yang letaknya di gang sempit melintasi perkebunan warga dengan kondisi jalan setapak berupa tanah liat, dan hanya bisa dilewati sepeda motor. Kondisi medan yang sempit, bagi yang membawa mobil dianjurkan parkir di luar gang, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 2 kilometer menuju pos perhutani.

Setelah perjalanan panjang dilalui, semilir angin laut dan suara alunan ombak Pantai Tiga Warna menyambut kedatangan kami. Lautan pasir putih dan batu karang yang mengelilingi Pantai Tiga Warna itu pun menambah keindahan pantai tersebut.

Lokasi pantai yang masih alami, bersih dari sampah dan belum terjamah, membuat kami dan para pengunjung tidak hanya ingin bermain air laut saja, tetapi juga ingin menikmati keindahan bawah laut Pantai Tiga Warna. Apalagi para pengunjung yang datang lebih awal, terlihat sedang asyik menikmati keindahan bawah laut dengan snorkeling.

Untuk menyewa peralatan snorkeling, para pengunjung tidak perlu bingung, karena sudah disediakan petugas pantai. Cukup membayar Rp.15 ribu saja, pengunjung sudah mendapatkan satu set peralatan snorkeling, seperti alat bantu pernafasan, pelampung, dan kacamata renang.

“Terumbu karang yang ada di bawah pantai ini sungguh luar biasa indahnya, tak heran jika terumbu karang disini dijaga kelestariannya,” kata Fitriyanti, salah seorang pengunjung yang mengaku dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Kami pun juga tak sabar ingin menikmati keindahan surga bawah laut. Melihat keindahan Pantai Tiga Warna membuat kami terhipnotis dan memberanikan diri snorkeling di tengah pantai berkedalaman sekitar 7 meter itu. Padahal dalam sejarah saya, tidak pernah sama sekali mandi di tengah-tengah pantai.

Memang sungguh luar biasa, saat kita berenang di tengah pantai, seolah ombak bersahabat, sehingga membuat kita nyaman saat snorkeling. Berbagai macam jenis terumbu karang dikelilingi ribuan ikan warna-warni terlihat jelas menari-nari di dalam laut.

“Melihat keindahan bawah laut pantai ini membuat saya betah berada di tengah-tengah laut dan tidak ingin mengakhiri snorkeling. Keindahan Pantai Tiga Warna pun tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di Ambon,” papar Irfan Syaiful, mahasiswa semester 8 jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Merdeka Malang, asal Ambon.

Sayangnya, Keinginan kita menikmati pantai tiga warna dibatasi waktu. Pengunjung diberi waktu hanya 2 jam untuk bisa menikmati keindahan pantai. “Pembatasan waktu yang diberikan kepada pengunjung untuk menjaga kelestarian terumbu karang dan kerusakan lingkungan di sekitar pantai,” ungkap Saptoyo.

Rasa lelah selama perjalanan dibayar lunas dengan keindahan pantai yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Siapapun yang berkunjung di pantai Tiga Warna, dijamin tidak akan menyesal. Semoga keindahan Pantai Tiga Warna tetap alami dan terjaga, tidak sampai dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti yang terjadi di sejumlah pantai di beberapa wilayah Indonesia. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.