Viewed 191 Times

Peringati Sumpah Pemuda “Gerbangdara” Sumpah Ulang Naskah Sumpah Pemuda

0

MEDIA MALANG – Puluhan kelompok pemuda se-Malang Raya memperingati Sumpah Pemuda dengan menggelar acara bertajuk Gerakan Kebangkitan Pemuda Nusantara (Gerbangdara), di halaman kantor RRI Malang, Rabu malam ini. Bertema ‘Kerinduan Sumpah Pemuda: jadikan sumpah pemuda bukan lagi sampah pemuda’, kegiatan ini ingin menyatukan semangat kepemudaan pemuda Nusantara.

“Kami berharap, dengan keterlibatan seluruh elemen yang ada di masyarakat ini, menjadi momen tepat kembali menggelorakan rasa kebangsaan, kepemimpinan dan persatuan, untuk membangun jati diri dan semangat kemandirian, sesuai budaya Bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika,” kata Ketua Panitia, Moch Wahyu Chabibie Hizbullah.

Kegiatan ini, lanjut Cussy sapaan akrab Moch Wahyu Chabibie Hizbullah juga sebagai wadah potensi budaya lokal, terutama di wilayah Malang Raya. Melalui Ikrar Gerbangdara ini, ia ingin memperteguh kembali esensi Sumpah Pemuda.

“Kami ingin menyatakan sumpah ulang. Kita ini sudah satu tanah air, satu nusa dan bangsa, tapi masih terkotak-kotak. Ayo diawali dari Gerbangdara ini, kita harus bisa menghilangkan sekat-sekat yang selama ini ada. Sekarang saatnya pemuda kembali mengambil peran membangun Indonesia,” tambah Perwakilan Komunitas Bening, Bambang Wahyudi.

Deklarasi bertajuk ‘Ikrar Gerbangdara’ yang dibacakan seluruh perwakilan elemen yang melibatkan sejumlah kelompok pemuda dengan berbagai latar belakang di antaranya Pelangi Sastra Malang, Teras Pemuda Pinggiran, Lawang Rescue, Komunitas Budaya Malang Raya, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB), Belle Percusi, Maiyah Relegi, Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ), KNPI Kota Malang, Komunitas Bening, dan puluhan kelompok lain.

Acara yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ini menampilkan beragam pertunjukan mulai percusi, teater, musikalisasi puisi, pentas musik beragam aliran, hingga dialog kepemudaan. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.