Percepat Produksi Pertanian, Kementan-BPTP Jatim Buat Bimtek Inovasi Teknologi Pertanian

0

MEDIA MALANG – Kementerian Pertanian, BPTP Jawa Timur, membuat program bimbingan teknis tentang pertanian sebagai upaya menunjang kegiatan perbenihan, agar produksi pertanian juga bagus.

“Bimtek bertujuan untuk meningkatkan dan mempercepat produksi pertanian sehingga dapat berdaya saing dan meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat ponorogo mulai dari hulu-hilir harus satu sinergi,” kata Kapuslitnak Atien Priyanti dalam acara Bimtek Perbenihan di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, dalam rilis yang diterima, Kamis (5/4).

Ia menambahkan, Badan litbang pertanian juga berkomitmen penuh untuk mengawal kegiatan perbenihan serta meningkatkan intenfikasi pekarangan dengan komoditas hortikultura, perkebunan dan peternakan

Kementerian Pertanian, BPTP Jawa Timur memang mengadakan bimtek. Kegiatan itu juga bersamaan dengan kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Balai Desa Siman, Kabupaten Ponorogo.

Selain dihadiri Kapuslitnak dari Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Ponorogo, juga dari Balai BPTP Jawa Timur, peneliti, penyuluh, kelompok petani penerima benih sekaligus peserta bimtek dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Sebelum Bimtek dilaksanakan, petugas pemberikan secara simbolis beragam bibit. Secara total bibit kelapa ada 1.700 batang, kopi arabica sigararutang 9 ribu batang, mangga 7 ribu batang, pisang mas kirana 500 batang, pepaya merah delima 500 batang dan ayam KUB (Kampung Unggulan Balitbangtan) sejumlah 2 ribu doc kepada kelompok tani di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Ponorogo yang juga hadir di acara itu mengatakan Kegiatan bimtek ini sangat bermanfaat untuk memberikan kemakmuran masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Para petani juga dapat bantuan yang tentunya akan berdampak pada peningkatan penghasilan bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan, perlu adanya kesinambungan antara daerah hulu dan hilir, agar bantuan yang diberikan ke lokasi yang memang sesuai dengan komoditas tersebut.

“Kami berharap agar bantuan ini selalu dipelihara dan ke depannya bisa berhasil. Untuk itu, perlu dijaga agar selalu berkesinambungan,” kata dia.

Ibnu Multazam dari Komisi IV DPR RI menambahkan, bantuan yang diberikan tersebut diharapkan bisa dikelola dengan baik dan bisa bermanfaat.

Ia juga menambahkan, bantuan yang diberikan itu juga disesuaikan dengan potensi wilayah setempat, seperti wilayah Ngebel mendapatkan bantuan kopi, kelapa, wilayah siman bantuan ayam).

“Bantuan yang diberikan kepada petani akan semakin meningkat setiap tahunnya dengan kata lain untuk menyejahterakan petani,” ujarnya.

Selain itu ia berharap agar BPTP Jatim, dapat membantu untuk melatih sekaligus mendampingi inovasi teknologi dalam pertanian.

“Kami harapkan nanti BPTP Jatim bisa mendamping sekaligus mengawal agar benih dan bibit yang diberikan kepada kelompok tani, KWT bisa terdistribusi dan termanfaat dengan sesuai teknis budidayanya,” kata Ibnu berharap. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.