Viewed 100 Times

Percepat Identifikasi, Jamaah Haji Seluruh Dunia Gunakan Gelang Elektronik

0

MEDIA MALANG – Pemerintah Arab Saudi kini mewajibkan bagi seluruh jamaah haji memakai gelang elektornik. Gelang yang dikeluarkan oleh kerajaan Arab Saudi ini fungsi utamanya adalah untuk alasan keamanan dan keselamatan jamaah haji.

Gelang yang baru diperkenalkan tahun ini terilhami oleh insiden desak-desakan saat prosesi lempar jumroh pada musim haji tahun lalu. Ratusan jamaah haji, termasuk 120 jamaah haji asal Indonesia menjadi korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Menurut Ketua PPIH Arab Saudi, Ahmad Dumyati, khusus untuk jamaah haji Indonesia, gelang tersebut diproduksi di Kantor Urusan Haji, Jeddah.

“Pihak muassasah memberitahunya baru-baru ini, akhirnya pembuatannya kita take over di sini,” kata Dumyati di Kantor KUH, Sabtu (27/8).

Dumyati mengatakan, harga produksi per gelang ini menurut Dumyati 1,4 Riyal, atau sekitar Rp 5.000.

Adapun gelang elektronik tersebut memiliki beberapa keistimewaan di antaranya, mempercepat identifikasi jamaah haji, ID tersebut dapat dibaca secara elektronik, kementerian dapat mengetahui/mengakses database jamaah haji, mempermudah pertolongan jamaah haji dengan perantara ID yang ada di gelang tersebut, meningkatkan performa pelayanan dalam bidang haji & umrah, mempersingkat durasi pelayanan, serta penerapan keterbukaan dan transparansi informasi.

Jauh sebelum pemberlakuan gelang elektronik dri pemerintah Arab Saudi, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan gelang khusus bagi jamaah haji Indonesia. Gelang yang terbuat dari logam itu berisi nama, nomor paspor, embarkasi, asal negara serta simbol Merah Putih serta Garuda Pancasila.

Selain gelang identitas, jamaah haji Indonesia juga diberikan gelang rekam kesehatan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Gelang warna merah dipakai jeamaah resiko tinggi yang memang punya penyakit serius dan segera ditangani. Gelang berwarna kuning dipakai jemaah haji resiko tinggi dengan riwayat penyakit gampang jatuh dan gelang warna hijau digunakan untuk jamaah haji resiko tinggi yang mempunyai penyakit ringan. (*)

Editor    : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

Comments are closed.