Peradi Pecah Tiga, Peradi Malang Raya Kubu Juniver Girsang Dideklarasikan

0

MEDIA MALANG – Perpecahan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dalam Musyawarah Nasional (Munas) II di Makassar hingga masing-masing kubu mempunyai calon Ketua Umum yang berlangsung pada 26-28 Maret 2015 lalu merembet ke Dewan Pengurus Cabang (DPC) Peradi Malang. Akibat perpecahan itu, sejumlah anggota dan pengurus Peradi Malang Raya yang sebelumnya dibawah kepemimpinan Gunadi Handoko memilih mendeklarasikan diri dan membentuk kepengurusan baru sebagai Peradi Malang pendukung Juniver Girsang, karena kecewa dengan Gunadi Handoko.

“Terbentuknya DPC Peradi Malang versi Juniver Girsang karena kecewa dan tidak puas dengan kepengurusan Gunadi Handoko,” kata Soehartono Soemarto, salah satu inisiator deklarasi di sela Konsolidasi Advokat, Anggota Peradi Malang Raya di Hotel Atria, Kota Malang, Jum’at Sore.

Pria yang biasa dipanggil Edy ini menjelaskan jika perpecahan terjadi karena Gunadi Handoko tidak menyetujui keinginan sejumlah anggota Peradi yang meminta supaya digelar Rapat Anggota Cabang (RAC) untuk melakukan pembenahan terhadap kepengurusan yang selama ini diketuai Gunadi.

“Perpecahan ini diawali Pak Gunadi sendiri karena dia tidak menghendaki RAC yang diminta anggota karena tidak puas terhadap kepengurusan Gunadi Handoko. Padahal, banyak poin-poin penting yang akan dibicarakan,” ungkapnya.

Menurut Edy, perpecahan ini juga disebabkan karena Gunadi Handoko tiba-tiba mendukung Fauzie Yusuf Hasibuan tanpa ada pembicaraan lebih dulu dengan anggotanya. Sebab, saat kisruh DPN dan pecah menjadi tiga kubu, Peradi Malang memilih untuk tidak memihak kepada salah satu kubu, sembari menunggu legalitas DPN dari kubu mana yang akan disahkan Kemenkumham.

Namun, seiring berjalannya waktu, Gunadi membawa gerbong DPC Peradi Malang ke kubu Fauzie. Ketidakpuasan inilah yang memicu para anggota Peradi memutuskan beralih ke kubu Juniver Girsang.”Sampai jam segini (Jum’at sore,red) juga tidak ada tanggapan dari Pak Gunadi, akhirnya teman-teman solid untuk merombak kepengurusan,” terangnya.

Sementara itu, dari hasil konsolidasi DPC Peradi Malang pendukung Junifer Girsang, secara aklamasi memilih Iwan Kuswardi sebagai Ketua DPC Peradi Malang.

Sementara itu Iwan Kuswardi mengaku akan memegang teguh amanah yang diberikan anggota Peradi dan berupaya akan memperbaiki Peradi Malang Raya.

“Setelah dipilih menjadi ketua DPC Peradi versi Junifer, saya tidak ingin menengok ke belakang, saya bersama teman-teman akan membangun dan memikirkan Peradi ke depan dan mendorong Juniver untuk mewujudkan renkosiliasi di Peradi,seperti dalam kampanye yang dilakukan Juniver,” ujarnya.

Secara terpisah Ketua Peradi Malang Raya, Gunadi Handoko mengaku tidak terpengaruh dengan konsolidasi yang dilakukan sejumlah anggotanya yang beralih ke kubu Juniver Girsang. Ia menjelaskan Peradi Malang Raya tak terpengaruh dengan polemik itu karena masih solid, dan kepengurusannya terbentuk sebelum Munas Peradi berlangsung di tahun 2015. “Kami terpilih, dilantik, dan disahkan pada tahun 2014, saat masa kepemimpinan Otto Hasibuan yang sah masih berlangsung,” katanya kepada wartawan.

Saat ini, Peradi Malang Raya berdiri pada tiga kaki, yakni pada kubu Dr. Juniver Girsang, SH.MH yang mendeklarasikan diri sebagai ketua pada Munas di Makassar, lalu Dr Fauzie Yusuf Hasibuan pada Munas II di Pekanbaru, dan terakhir Dr Luhut MP Pangaribuan yang mengaku terpilih dengan mekanisme e-Voting. (*)

Penulis : Dix’s Fibriant

Editor  : Puspito Hadi

 

Comments are closed.