Penyaluran Rastra Mulai Bergulir

0

MEDIA MALANG – Penyaluran beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) Malang, sebagai upaya membendung semakin tingginya harga beras di pasar dilakukan.

Kepala Bulog Subdivre Malang Dian Paramita, mengatakan, penyaluran rastra itu memang sudah menjadi tugas dari Bulog, yang diberikan pada warga kurang sejahtera. Mereka diberikan jatah beras, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Penyaluran bansos rastra juga terus bergulir. Di Pasuruan sebanyak 109.031 keluarga penerima manfaat. Penyaluran beras serupa menyusul di Kabupaten Malang sebanyak 161.903 keluarga penerima manfaat,” katanya pada wartawan, Jumat (2/2).

Selain penyaluran rastra, Bulog Malang juga membuat kebijakan menurunkan harga penjualan beras. Penjualan ini melibatkan mitra atau distributor dari sebelumnya Rp.9.350 per kilogram menjadi Rp.8.500 per kilogram. Upaya itu diharapkan agar harga beras medium di pedagang bisa di kisaran Rp.8.800 per kilogram, tertinggi hanya Rp.9 ribu per kilogram.

Dian mengungkapkan, beras yang sudah diserap distributor hingga kini sudah mencapai 750 ton di wilayah Malang dan Pasuruan, yang mayoritas beras kualitas medium. Namun, nyatanya di pasar ternyata harga beras medium masih cukup tinggi, hingga Rp.12.500 per kg.

“Harga beras medium sekarang seolah-olah jadi beras premium,” ungkapnya.

Walaupun hingga kini, harga beras di pasar masih cukup tinggi, bulog juga tetap berupaya untuk melakukan stabilisasi harga. Diharapkan, dengan beragam program yang telah dilakukan, bisa menekan harga beras tersebut.

Sementara itu, Bupati Malang Rendra Kresna menyatakan stok beras di wilayahnya cukup aman. Produksi beras selama 2017 surplus 85 ribu ton. “Produksi banyak dan sekarang ini mulai memasuki panen raya,” kata dia. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.