Viewed 288 Times

Pengembang Ciputra Group Masuk, Harga Tanah di Buring “Melangit”

0

MEDIA MALANG – Sejumlah warga di   menuai berkah atas kehadiran pengembang properti nasional Ciputra Group. Sebab, sejak proyek perumahan Citra Garden City dimulai, harga tanah di kawasan tersebut naik gila-gilaan. Kisaran sampai 370 persen!.

Lihat saja data ini. Tanah yang masuk area proyek, sejak pertengahan 2015 lalu dihargai sampai Rp 3,7 juta per meter. Padahal pada awal tahun 2015, sebelum ada proyek, harganya masih Rp 1 juta per meter. Kenaikan harga tanah ini juga menjalar ke lahan yang berada di sekitar proyek.

Mulai dari Dusun Baran, Buring, sampai ke Kelurahan Wonokoyo dan Tlogowaru. Semua ikut terkerek naik. Inilah yang membuat ada sejumlah warga Buring dan sekitarnya menjadi kaya mendadak. Karena mereka sejak 2015 memanfaatkan momentum menjual lahannya ke pengembang maupun ke mafia tanah.

Salah satu warga yang kini kaya mendadak adalah keluarga Nur Yasin, warga Buring. Keluarganya telah menjual lahan seluas 8 ribu meter persegi. Per meter saat itu dihargai Rp 1 juta. Artinya, kini keluarganya sudah mendapatkan uang Rp 8 miliar.

“Tahun 2015 lalu, waktu itu pengembang baru masuk dan lokasi tanah milik ayah saya sangat strategis di pinggir jalan,” kata Nur Yasin di rumahnya, kemarin.

Menurut suami dari Nurrochmah ini, mayoritas tanah yang berdekatan dengan proyek Cipura Group itu sudah dilepas ke pengembang. Warga Buring dan sekitarnya beranggapan bahwa inilah kesempatan menjual lahannya. Karena sejak tahun 1991 hingga 2013, kenaikan harga tanah di lokasi strategis cukup landai.

Pada 1991 misalnya, saat itu per meter seharga Rp 1.500, lalu naik pelan hingga Rp 400 ribu pada 2013. Harga baru naik drastis ketika ada informasi Ciputra Group masuk ke Buring. Warga pun girang. Karena itu, mereka merelakan melepasnya. Sebagian ada yang dijual langsung ke pengembang, tapi ada pula yang ke spekulan tanah.

“Kebanyakan mereka jual, setelah itu uang yang mereka dapat digunakan membangun rumah lagi. Dan untuk membeli tanah di tempat lain yang lebih luas,” terang pria yang juga pengasuh pesantren ini.

Senada disampaikan M. Iqbal. Pria yang kini menjabat ketua RT 01 RW 09 Kelurahan Buring ini mengaku sangat diuntungkan dengan adanya perumahan Citra Garden City. ”Karena hanya dalam hitungan setahun, naiknya besar sekali,” kata pria yang juga pengusaha jual beli tanah ini.

Pada 2014 tahun misalnya, dia telah membeli rumah dengan tipe 54. Dia membeli hanya dengan harga sekitar Rp 250 juta. Kini, rumah tersebut sudah berharga sekitar Rp 700 juta. ”Ini sudah murah, karena kalau beli ke pengembang, bisa mencapai satu miliar,” jelas alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) tersebut.

Dari tahun ke tahun, menurut Iqbal, harga rumah dan tanah di daerahnya mengalami kenaikan. Tapi, kenaikan drastis setelah ada perumahan Citra Garden City yang sedang butuh lahan seluas seratus hektare. “Saya pada 1995 membeli rumah cuman Rp 54 juta dengan luas 170 meter. Kalau sekarang laku Rp 700 juta,” imbuh pria yang juga penghobi keris ini.

Menurut Iqbal, karena sangat prospek dalam segi investasi, kebanyakan yang punya rumah di kawasan tersebut memang untuk investasi. Bahkan, menurut dia, yang beli perumahan baru ke Citra Garden kebanyakan juga untuk investasi.

“Ini ada orang punya sembilan rumah, tapi tidak ada yang ditempati, tidak tahu orang mana,” tandas dia.

Lantas, wajarkah kenaikan harga itu? Kepala Dinas Pendapatan Daerah Ade Herawanto menyebut, nilai jual objek pajak (NJOP) tanah di kawasan Buring memang di atas Rp 1 juta. Tepatnya kisaran harga Rp 1,3 juta hingga Rp 1,7 juta.

Angka ini disesuaikan dengan lokasi tanah. Kalau berada di dalam proyek perumahan, tentu harganya jauh lebih tinggi. “Tapi yang tanah kosong (agak jauh dari proyek) mulai dari harga Rp 300 ribu per meternya,” kata Ade.

Melangitnya harga tanah di Buring, ternyata tidak memengaruhi penjualan rumah di Citra Garden City. Bahkan, manajemen Citra Garden mengklaim, penjualan rumah dan tanah tetap tinggi. Di perumahan ini, rumah yang sudah terbangun baru sekitar belasan.

Namun, kavling tanah yang sudah terjual ke customer kisaran 400 titik. Karena perumahan ini selain menjual rumah, juga menjual tanah saja. ”Sudah dua kali kita lakukan penjualan, setiap tahapnya selalu sold out,” kata Marketing Manager Citra Garden City Malang Paulina Puspitasari, kemarin.

Sari mengakui, soal harga tanah memang kisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 3,7 juta per meternya. “Harga ini tentu sepadan jika dibandingkan dengan nilai investasi yang sangat menjanjikan ketika masyarakat membeli tanah di sekitar kawasan Buring,” katanya.

Prospek menjanjikan ini, menurut Sari, tidak lepas dari rencana pembangunan tata ruang Kota Malang. Karena sesuai rencana kota akan ada tol Mapan (Malang-Pandaan) maupun megaproyek Jembatan Kedungkandang, Islamic Center, hingga sport center yang semuanya dibangun di kawasan Kedungkandang. (*)

Editor   : Puspito Hadi

Sumber : jpnn.com

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.