Viewed 2 Times

Pemkot Malang Kaji soal Sanitasi Sehat di Kampung Tematik

0

MEDIA MALANG – Pemerintah Kota Malang, sedang mengkaji soal pembuatan sarana instalasi pengolah limbah yang sehat. Sanitasi ini ditujukan, agar limbah cair baik dari “Water closet” WC, air cuci, sert air dari kamar mandi tidak langsung dibuang ke sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemerintah Kota Malang Hadi Santoso mengemukakan di lokasi tersebut sebenarnya warga sudah mempunyai septic tank, namun untuk mengolah limbah rumah tangga lainnya memang secepatnya harus dicarikan jalan keluar.

Septic tank sebenarnya sudah pnya, bahkan limbahnya juga disedot secara berkala,” katanya pada wartawan, Rabu (11/10).

Sejumah rumah warga di lokasi kampung tematik, yaitu kampung warna-warni dan kampung tridi di Kelurahan Jodipan dan Kesatrian, Kota Malang belum memiliki sarana sanitasi pembuangan limbah rumah tangga yang sehat. Kondisi itu menyebabkan limbah rumah tangga langsung dibuang ke Sungai Brantas. Padahal, saat ini kampung tematik sudah ditetapkan menjadi salah satu destinasi wisata di kota ini, sejak September 2016. Bahkan, saat ini pengunjung semakin memadati lokasi wisata itu.

Pemkot berencana akan membangun IPAL lainnya di kampung tematik menggunakan dana APBD 2018. Hal itu sebagai upaya semakin memperbaiki sarana sanitasi lainnya.

Pemkot sebelumnya sudah membangun IPAL skala perkotaan di Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun. Kapasitasnya mencapai 15 ribu sambungan rumah tangga. ”Sekarang tidak bisa, sebab perubahan anggaran keuangan sudah disahkan. Baru tahun depan akan kita bangun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pembangunan IPAL itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sehat dan prima bagi masyarakat. Melalui program sanitasi Pperkotaan berbasis masyarakat, pemkot dibantu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mengatasi masalah sanitasi.

Rektor UMM Fauzan menambahkan, pembangunan kampung tematik juga akan diteruskan, termasuk menerapkan program Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Dari program tersebut, listrik yang dihasilkan itu sudah menerangi desa-desa di Kabupaten Malang.

”Pembangunan kampung tematik di Kota Malang ini melibatkan mahasiswa. Jembatan kaca sudah diresmikan, dan akan terus dilakukan termasuk soal sanitasi,” tegasnya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.