Viewed 352 Times

Pemkot Malang Bantah Tudingan MCW

399

Media Malang – Pemerintah Kota Malang membantah tudingan lembaga anti korupsi Malang Corruption Watch (MCW) terkait perjalanan Walikota Malang Muhammad Anton bersama enam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),kolega, dan sejumlah pengusaha ke Eropa yang menghabiskan dana Rp. 809 juta sebagai pemborosan anggaran. Pemerintah Kota Malang menyebut perjalanan Walikota ke Eropa untuk memenuhi undangan dari Kementerian Perdagangan.

“Kunjungan kerja Walikota ke Eropa untuk memenuhi undangan resmi Kementerian Perdagangan,” kata Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto, kepada mediamalang.com.

Menurut Widianto, kunjungan kerja walikota ke Eropa itu, untuk kegiatan misi dagang di Bulgaria dan Hungaria serta pembukaan House Of Indonesia di Varna Bulgaria, serta membahas usulan kerjasama kota kembar (Sister City Cooperation) antara kota Malang dengan kota Varazdin Kroasia. “Ini sebuah kehormatan kota Malang bisa mendobrak ke tingkat internasional,”ujarnya.

Terkait tudingan MCW,Widianto menyatakan tidak benar, jika kunjungan Walikota ke Eropa dikatakan sebagai pemborosan. Pasalnya, Anggaran yang digunakan perjalanan dinas walikota ke luar negeri tersebut kegiatannya jelas dan sangat lazim.

“Perjalanan dinas itu bersifat at cosh atau biaya riil. Maka, mengutip pernyataan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebuah perjalanan dinas apa luar propinsi atau luar negeri dikatakan boros bila nilai atau harganya tidak sesuai dengan realitanya,”paparnya.

Widianto menegaskan,Pihaknya memilih tidak menggubris ancaman MCW yang akan melaporkan Walikota Malang ke BPK terkait dugaan penyelewengan anggaran di lingkungan Pemkot Malang.”Silahkan saja melapor, kita mempunyai bukti surat-surat administrasi dan dokumen lengkap yang siap di audit,”ucapnya.

Seperti diberitakan, awal Mei kemarin Muhammad Anton bersama SKPD, kolega dan pengusaha dikabarkan berangkat ke Eropa. Selain menghadiri undangan resmi menteri perdagangan, kegiatan Walikota untuk misi dagang dan belajar teknologi bio enzym untuk pengaspalan jalan non kimia ramah lingkungan.

“Walikota tertarik dengan teknologi pengaspalan yang ramah lingkungan itu, sehingga nantinya bisa memberikan maklumat atau manfaat lebih bagi Kota Malang,” tutupnya.

Penulis : Dix’s Fibriant

Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Leave A Reply