Pemilik Konter Demo Soroti Kebijakan 1 NIK Tiga SIM

0

MEDIA MALANG – Ratusan orang yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) Malang, unjuk rasa di bundaran tugu Kota Malang, menyoroti kebijakan tentang satu NIK tiga SIM card.

Zulham Ahmad Mubarok, juru bicara aksi itu mengatakan dampak kebijakan pembatasan NIK itu memberatkan bagi para pengusaha konter. Omzet usaha turun drastis, bahkan banyak beberapa di antaranya harus mengurangi pekerja.

“Kebijakan ini membuat omzet teman-teman turun hampir 80 persen. Dampaknya ini membuat usaha kecil seperti kami ini bisa mati, karena selama ini profit kami adalah berjualan kartu perdana,” kata Zulham pada wartawan, Senin (2/4).

Dalam aksinya, massa juga membawa berbagai macam spanduk dan poster yang isinya menolak kebijakan pemerintah. Kebijakan itu dinilai tidak pro pada rakyat kecil.

Lebih lanjut, Zulham mengatakan di Indonesia ada sekitar 500 ribu orang yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan dari berbagai macam “SIM card” dan aksesorinya. Nilai perputaran rupiah dari konter ini ada sekitar Rp.430 triliun. Di Malang Raya, ada sekitar 28 ribu orang.

“Pemerintah harus segera bertindak untuk mencabut kebijakan ini,” tegasnya.

Setelah aksi di bundaran tugu Kota Malang, massa melanjutkan aksinya di Gedung DPRD Kota Malang. Perwakilan pengunjukrasa juga sempat bertemu dengan sejumlah anggota DPRD dan anggota dewan berjanji segera meneruskan aspirasi mereka. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.