Pemerintah Fokuskan Dana Desa 2018 Untuk Program Padat Karya

0

MEDIA MALANG – Pemerintah akan memfokuskan pemanfaatan program dana desa (DD) 2018 untuk program padat karya. Pemerintah berharap, dengan dana desa itu bisa lebih banyak lagi menciptakan lapangan kerja terutama untuk warga miskin.

“Dana desa sesuai sistem perencanaan pemerintah supaya bisa menciptakan lapangan kerja, income pendapatan dari masyarakat tidak mampu di desa,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jumat (5/1).

Capaian belanja dana desa selama 2017 dijelaskannya juga sudah memberikan manfaat sangat besar bagi masyarakat. Dana itu digunakan untuk pembangunan 107.958 kilometer jalan desa, 89.187 unit pos kesehatan, 178.807 unit MCK, 107.725 unit air bersih, dan 25.903 hektare luasan irigasi.

Sedangkan belanja transfer ke daerah dan desa (TKDD) sudah memberikan manfaat pembangunan 1.003 km jalan baru dan perbaikan serta pemeliharaan 11.292 km jalan yang telah dibangun sebelumnya.

Anggaran TKDD itu juga digunakan untuk membangun 1.351 ruang kelas baru, perbaikan kualitas 11.006 ruang kelas yang telah ada, penambahan koleksi perpusatakaan sebanyak 11.758 paket serta pemberian bantuan operasional pendidikan bagi 52,2 juta siswa.

Bidang kesehatan, TKDD digunakan untuk membantu 9.767 puskesmas dan perbaikan kualitas 347 rumah sakit.

Pada 2018, pemerintah mengalokasikan dana desa sebesar Rp.60 triliun. Pemerintah ingin mengoptimalkan pemanfaatan dana desa itu untuk memberdayakan warga miskin. Bahkan, skema juga diubah, dimana pencairan dana desa disesuaikan dengan jumlah warga miskin di desa tersebut.

Selain dana desa Rp60 triliun, Sri Mulyani menambahkan, pemerintah juga memberikan tambahan anggaran lainnya misalnya dari kementerian pekerjaan umum, kesehatan, pertanian, ataupun kementerian lainnya. Dengan anggaran itu, diharapkan bisa mengangkat tingkat pendidikan masyarakat desa.

“Dana desa ini bisa mengangkat pendidikan masyarakat desa. Ini berguna. Masyarakat bisa menemukan sistem yang bermanfaat di desa. Selain itu, juga bisa mengurangi berbagai macam penyelewengan,” kata dia. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

 

Comments are closed.