Pembunuh Angeline Terungkap, Setelah Dibunuh Korban Disetubuhi

0

MEDIA MALANG – Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali, menetapkan satu tersangka yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap Angeline (8), bocah yang ditemukan tewas dan dikubur di kediamannya, di Jalan Sedap Malam. Nomer 26, Sanur, Denpasar, Bali

Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar Komisaris Besar Anak Agung Sudana di Denpasar, Rabu malam, mengungkapkan pihaknya menetapkan Agus (25), yang pernah menjadi pembantu rumah tangga di kediaman korban, sebagai tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan sementara kami, dari tujuh orang yang kami periksa, Agus telah melakukan kekerasan seksual terhadap Angeline,” ujar Sudana seperti dilansir di Kompas.com

Kepolisian, lanjut dia, masih terus mengembangkan kasus itu, termasuk kemungkinan soal adanya pelaku lain.

“Untuk sementara, hasil pemeriksaan kami mengarah ke Agus,” ucapnya.

Selain Agus, polisi juga memeriksa ibu angkat korban, Margareith; dua kakak angkatnya; dua penghuni indekos; dan seorang petugas keamanan (satpam) yang disewa khusus oleh Margareith untuk menjaga rumah itu setelah ramainya pemberitaan terkait Angeline.

Polisi pada Rabu siang menemukan jasad Angeline dalam kondisi terkubur di halaman belakang kediaman Margareith di Jalan Sedap Malam, Denpasar, setelah sebelumnya dikabarkan hilang sejak 16 Mei 2015.

Jasad korban yang dikubur selama hampir tiga pekan itu ditemukan dalam kondisi tertelungkup memeluk boneka dan dibungkus selimut berwarna putih.

Selain itu, pada leher korban ditemukan bekas jeratan dan tanda kekerasan lain akibat benda tumpul setelah diotopsi oleh dokter forensik di RSUP Sanglah, Denpasar.

Secara terpisah, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengapresiasi kinerja Polisi yang berhasil mengungkapkan pembunuhan terhadap Angeline, setelah menerima hasil analisis empirik yang dilakukan Komnas Perlindungan anak.

“Pertama tentu saya memberikan apresiasi dulu kepada Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Timur, karena telah bekerja keras mengelola dan menganalisis bukti-bukti petunjuk yang kita berikan selama melakukan investigasi di rumah Angeline,” katanya, saat bersama Media Malang di Transformer Center, Jalan Pandanrejo Beji, Kota Batu.

Terkait penemuan jasad Angelie, Arist meminta Polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan ini, dengan melakukan penyidikan mendalam. Termasuk adanya kekerasan seksual yang dilakukan pelaku terhadap korban.

“Kita berharap autopsinya harus benar-benar lengkap tidak sekedar kekerasan tubuh,tapi harus kongkrit, untuk mengetahui apakah ada kerusakan di dubur apa kerusakan di vagina supaya bisa jelas apa penyebab kematian dan latar belakang pelaku membunuh korban,” paparnya.

Menurut Arist, meskipun Polisi telah menetapkan satu tersangka. Namun, pihaknya ingin orang-orang terdekat korban, termasuk Margareit, orang tua angkat Angeline harus diperiksa secara intensif.

“Pemeriksaan terhadap orang tua angkat Angeline perlu dilakukan, karena selama korban bersama orang tua angkatnya, korban sering mendapatkan kekerasan yang tak wajar,” tambahnya.

Terkait kasus pembunuhan bocah dibawah umur tersebut, pihaknya akan terus bekerja sama dengan Polisi untuk terus mengungkap pembunuhan terhadap angeline.

“Kami akan terus bekerja sama dengan Polda Bali untuk mengungkap kasus pembunuhan ini. Besok saya terbang ke Bali , dan harus melihat langsung jenazah korban,” tutupnya.

Penulis : Dix’s Fibriant

Editor  : Putra Ismail

 

Comments are closed.