Viewed 684 Times

Pekerja Koran Sindo Galang Dukungan Terkait PHK Sepihak

0

MEDIA MALANG – Sejumlah karyawan Koran Sindo Jawa Timur, yang tergabung dalam “Paguyuban karyawan” melakukan “Road show” ke sejumlah daerah. Mereka menggalang dukungan memrotes kebijakan manajemen PT Media Nusantara Informasi (MNI), anak perusahaan Nusantara Citra (MNC) Grup yang melakukan pemecatan sepihak.

Ketua Paguyuban Karyawan Koran Sindo Jatim Tarmuji Talmacsi mengemukakan, dalam perkara tersebut ada sekitar 30 pekerja yang dipecat. Selain itu, juga ada karyawan yang dimutasi secara sepihak. Ia dengan rekan-rekan lainnya juga sengaja membentuk paguyuban ini dengan harapan ada solusi terbaik dari masalah yang saat ini menimpa mereka.

“Sekitar 30 pekerja yang dipecat, dimutasi sepihak. Semangat paguyuban luar biasa, karena secara prosedural mereka hearing,” katanya dalam diskusi bertema kondisi perburuhan di industri media di warung Oase Malang, Jumat hari ini.

Ia mengatakan, hingga kini belum ada titik temu antara karyawan dengan perusahaan. Bahkan, beberapa kali pertemuan juga berakhir dengan buntu, tidak ada kesepakatan. Saat ini, para karyawan pun masih menunggu Biparpit atau forum perundingan di antara karyawan dengan perusahaan sampai tanggal 28 Juli 2017, sesuai anjuran kementerian tenaga kerja.

Lebih lanjut, ia mengatakan PT MNI juga hanya memberikan pesangon kecil, tidak sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja. Selain itu, mutasi juga dilakukan sepihak ke anak perusahaan yang tak terkait bisnis media. Untuk itu, mereka menuntut PT MNI memenuhi aturan ketenagakerjaan.

Saat ini, ia dengan rekan-rekannya juga melakukan penggalangan dukungan ke sejumlah Biro Koran Sindo di seluruh daerah. Total, sekitar 300 karyawan koran Sindo yang mengalami nasib yang sama.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang Hari Istiawan mendukung gerakan paguyuban karyawan Koran Sindo Jatim. Menurut dia, kasus yang terjadi di Koran Sindo juga menjadi pelajaran serta refleksi bagi seluruh jurnalis. “Pemecatan ini bisa dialami siapa saja. Sewaktu-waktu,” ujarnya.

Hari menambahkan, kasus PHK menjadi masalah besar hubungan industrial di media. Terlebih lagi, belum semua perusahaan punya serikat pekerja. Salah satu upaya memperjuangkan kasus serikat perburuhan bisa dilakukan melalui serikat pekerja. Sejauh ini dari 2.300 an perusahaan media hanya ada 26 serikat pekerja. “Perlu dibangun kesadaran berserikat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri sekitar 20 karyawan Sindo, jurnalis dan mahasiswa, serta sejumlah simpatisan lainnya. Mereka diskusi bersama terkait dengan kegiatan itu. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.