PDIP Heran Sikap Kubu Prabowo Soal Kondisi Ekonomi Indonesia

0

MEDIA MALANG – Kubu Prabowo-Sandiaga, hari ini berkumpul. Salah satu yang dibahas bukanlah Tim Pemenangan, melainkan justru menyinggung kebijakan ekonomi pemerintah, bahkan mengeluarkan tujuh pernyataan sikap atas kondisi ekonomi Indonesia belakangan ini.

Terkait hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, mengatakan, partainya merasa heran. Seakan-akan menilai kebijakan Jokowi-JK tidak berpihak pada ekonomi kerakyatan dan menjual ketakutan sepertinya ekonomi Indonesia dalam situasi gawat.

“Publik sebenarnya menunggu apa program Prabowo-Sandi. Mereka bukannya mengumumkan tim kampanye, tetapi tanpa data justru menyerang Pak Jokowi. Mereka seharusnya berbicara kebijakan alternatif yang ditawarkan, bukannya malah menyerang kebijakan Jokowi-JK,” ucap Hasto di Jakarta, Jumat (7/9).

Dia menuturkan, jangan tutupi kegagalan membentuk tim kampanye dengan persoalan ekonomi.

“Sebab membentuk tim kampanye saja belum bisa, malah menyerang Pak Jokowi-JK. Saya justru kasihan melihat wajah mereka yang nampaknya tegang, penuh beban dan tertekan,” ungkap Hasto.

PDIP berpendapat, masih kata dia, sekiranya ada masalah terkait dengan perekonomian nasional, maka sebagai warga negara yang punya semangat nasionalisme.

“Seharusnya setiap putra-putri bangsa berbicara tentang gagasan terbaik untuk membawa nama harum bangsa, sebagaimana dilakukan para atlet Indonesia di Asian Games. Prabowo-Sandi sebaliknya, malah mengkampanyekan ketakutan rakyat seolah Indonesia bermasalah,” kata Hasto.

Kampanye Positif

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ini, menyebut partainya menilai, sikap kenegarawanan para calon presiden dan cawapres sangatlah penting. Seharusnya, lanjut dia, Prabowo-Sandiaga seharusnya melihat bahwa kebijakan mengatasi pelemahan rupiah yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi-JK merupakan hal yang terbaik dibandingkan dengan negara lain seperti Turki dan Argentina.

Hasto menyebut, sebagian besar ahli ekonomi sepakat bahwa Indonesia jauh dari krisis sebagaimana terjadi pada tahun 1998. Dia pun mempertanyakan sikap kubu sebelah.

“Bagi pemegang dolar seperti Pak Prabowo dan Sandiaga Uno, apa yang terjadi hari ini dimana rupiah justru menjadi mata uang dengan nilai tukarnya terbaik terhadap dollar di Asia, seharunya dinilai positif, bulannya malah ditanggapi secara skeptis. Apakah hal tersebut menggambarkan bahwa sikap mereka sebenarnya lebih senang kalau rupiah melemah karena mereka sebagai penimbun dolar?,” Tanya Hasto.

Karenanya, masih kata dia, PDIP mengajak dan memberi himbauan agar para kandidat bisa mengkampanyekan hal positif. Hal ini buat bangsa.

“PDI Perjuangan menghimbau agar setiap capres dan capres mengkampanyekan hal-hal yang positif untuk bangsa dan negaranya. Disitulah sejatinya watak seorang pemimpin,” pungkasnya. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : liputan6.com

Comments are closed.