Patut Ditiru! Trik Ridwal Kamil Majukan Bandung

0

MEDIA MALANG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengakui pegawai birokrasi dalam pemerintahan takut untuk mengeluarkan ide-ide kreatif dalam mengatasi berbagai persoalan di birokrasi.

Namun, pria yang akrab disapa Kang Emil ini berhasil mengubah pola pikir pegawai birokrasi di lingkup Pemerintah Kota untuk berani mengeluarkan inovasi kreatif dalam kemajuan birokrasi di wilayah tersebut.

Emil mengaku, selama ini pegawai di birokrasi takut mengeluarkan ide kreatif karena khawatir akan menanggung beban tanggung jawab dari apa yang digagasnya. Sehingga, mereka lebih memilih diam.

“Hasil survei kenapa birokrasi tak kreatif. Ternyata karena takut dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) 2016 di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (31/3).

“Yaudah kamu (pegawai birokrasi) yang punya ide kamu kerjakan, kamu yang tanggung jawab,” imbuh Emil mencontohkan.

Akibat kekhawatiran menanggung beban tanggung jawab itulah pada akhirnya pegawai birokrasi lebih memilih untuk menjalani aktivitas yang telah menjadi aturan baku, tanpa mau mengeluarkan ide kreatif.

“Mereka takut. Kadang birokrasi ini. Punya ide, gaji sama, tanggung jawab lebih besar. Kalau enggak ada ide, enggak ada tanggung jawab tapi gaji sama,” terangnya.

Atas gambaran itu, Emil akhirnya membuat terobosan dengan memberikan penghargaan bagi pegawai birokrasi yang mampu mengeluarkan ide kreatif. Pemkot Bandung pun menggandeng orang-orang kreatif untuk ikut menghadirkan inovasi di setiap birokrasi.

“Maka sekarang saya rubah kulturnya dan kreatif. Karena dengan edukasi birokrat ada khusus bagaimana pikir solutif. Caranya gmana? Mereka bikin kelompok, setengah birokrasi setengah orang kreatif. Sekarang, orang yang punya gagasan saya kasih reward.”

“Jadi merubah paradigma itu. Banyak yang saya sekolahkan ke Singapura. Jadi birokrat di Bandung semangat. Ide kamu keren. Kita kerjakan sama-sama,” pungkasnya. (*)

Editor    : Puspito Hadi

Sumber : merdeka.com

Comments are closed.