Pasokan Jagung Tipis, Peternak di Blitar Aksi Damai

0

BLITAR, MEDIAMALANG.COM – Ratusan peternak ayam di Kabupaten Blitar, melakukan aksi damai di kantor pemerintah kabupaten setempat, Senin (15/10). Mereka ingin agar pemerintah menjamin pasokan jagung sebagai salah satu bahan pokok untuk pakan ternak mereka.

Ketua Koperasi Peternak Blitar Raya Sukarman mengaku peternak resah menyusul adanya kabar bahwa jagung dari Indonesia akan diekspor. Padahal, para peternak sangat membutuhkan. Akibat pasokan kini relatif minim, sehingga menyebabkan harga jagung juga mahal.

“Kami menuntut keberadaan pakan jagung. Pemerintah harus menyediakan jagung cukup dengan harga yang wajar,” katanya pada wartawan, Senin.

Menurut dia, harga jagung kini mulai merangkak naik di kisaran harga Rp5.200 sampai Rp5.300 per kilogram, padahal biasanya harga jagung di bawah harga itu.

Selain itu, pasokan jagung juga terbatas, hanya cukup untuk sekitar dua pekan. Padahal, kebutuhan jagung hingga 1500 ton per hari.

Kendati harga jagung mahal, untuk saat ini, para peternak mulai berburu jagung hingga luar daerah. Namun, jika sulit dicari, peternak terpaksa memberi pakan ayam dengan nasi aking.

Ia mengakui, pemberian nasi aking sebenarnya membuat produksi telur menjadi berkurang. Peternak bisa mengalami kerugian yang lebih tinggi jika terus memberi pakan dengan kandungan gizi yang kurang untuk ternak.

Pihaknya berharap, pemerintah menjamin ketersediaan pakan untuk para peternak.

“Kami berharap,1-2 pekan ini pakan jagung harus ada di Blitar, dengan harga wajar sesuai dengan aturan kementerianperdagangan,” harapnya.

Selain itu, ia juga berharap agar budi daya ternak dikembalikan ke tangan rakyat, dibentuknya badan perunggasan nasional, hingga menstabilkan harga telur sesuai dengan peraturan menteri perdagangan.

Sementara itu, Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah penghasil telur ayam terbesar di Jatim. Populasi ayam petelur di daerah ini hingga sekitar 15 juta ekor dengan produksi mencapai 151.931 ton telur. Selama ini, Blitar mampu sebagai penyuplai 70 persen kebutuhan telur Jawa Timur dan 30 % permintaan nasional. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.