Pak Raden Meninggal, Indonesia Kehilangan Sosok Inspiratif

0

MEDIA MALANG – Dunia hiburan dan seni Indonesia berduka. Drs Suyadi atau yang akrab dikenal sebagai Pak Raden, meninggal dunia pada Jumat (30/10) setelah menjalani perawatan di RS Pelni Petamburan, Jakarta Barat.

Sosok Pak Raden sudah begitu melekat dalam ingatan masyarakat Indonesia, khususnya bagi generasi 80 dan 90-an. Bukan tidak mungkin akan abadi sebagai legenda dongeng Indonesia. Salah satunya adalah komika Indonesia, Arie Kriting.

Jebolan Stand Up Comedy Indonesia tersebut mengatakan, semua karya Pak Raden telah mengisi ruang kreatif dalam benaknya semasa kecil. “Pak Raden, Si Unyil, Pak Ogah, Si Able, Melisa, Bu Bariah, Cuplis, Usro…Ahhhh…masa kecil kami bahagia karena Pak Raden,” tulis Arie melalui akun twitter-nya, Sabtu (31/10).

Menurut Arie, Pak Raden adalah orang yang sangat kreatif dan jenius. “Nama seperti Unyil, Pak Ogah, Melani, Usro, Cuplis, Bu Bariah itu gak mainstream,” ucapnya.

Akun twitter @RevolusiPSSI yang biasanya membahas sepak bola Indonesia juga tidak mau ketinggalan menuliskan kalimat kenangan atas sosok Pak Raden. “Banyak dari kita yang masa kecilnya bahagia karena serial Unyil yg diciptakan Pak Raden. Selamat jalan Pak Raden. #RIP.”

Pak Raden tetap dikenal sosok yang kukuh dan nekat mendongeng. Ketua Komunitas Ayo Dongeng Indonesia, Ariyo Zidni mengenang Pak Raden sebagai sosok yang penuh semangat. Meski sudah sepuh, kakek berusia 82 tahun itu selalu ingin tampil di acara anak-anak terutama untuk mendongeng.

Sabtu (31/10) hari ini, sebetulnya pemilik nama asli Suryadi ini dijadwalkan tampil mendongeng di ajang Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2015. Ariyo mengungkapkan dalam acara FDII 2015, Pak Raden ngotot minta tampil. Padahal dirinya sudah mengingatkan kalau Pak Raden sudah sepuh.

Ariyo mengaku beberapa kali mengatakan kepada Pak Raden agar datang saja ke FDII, dan tidak perlu tampil. “Entah kenapa Pak Raden selalu mengusahakan dan memaksakan untuk datang. Dan dia nggak mau datang sebagai penonton meskipun sudah dibilang bapak itu sudah sepuh. Datang saja menonton sebagai penonton lihat yang muda-muda pada ngedongeng, tapi dia nggak mau,” ujar Aryo saat jumpa pers menjelang acara tersebut, Rabu (28/10).

Dalam FDII 2015 yang baru pertama kalinya digelar, Pak Raden dijadwalkan akan memberikan hadiah kecil untuk pendongeng cilik, Zahir Tamagunadya (4 tahun), pendalang cilik yang menderita leukimia.

Sayangnya, sebelum acara FDII 2015 dimulai, Pak Raden dipanggil oleh Allah SWT, malam sebelum dia tampil di FDII. Para pecinta dongeng dibuat sedih olehnya. Penggemarnya yang ingin melihatnya tampil hari ini ternyata justru menyaksikan proses pemakamannya. Kini, Pak Raden sudah wafat. Selamat tinggal pak raden. Engkau sosok inspiratif. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : republika.co.id

Comments are closed.